
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) membukukan laba bersih Rp307,63 miliar atau melonjak 100,2 persen dibandingkan capaian di Kuartal I-2025 senilai Rp153,65 miliar, lantaran terkarol efisiensi beban operasional.
Berdasarkan laporan keuangan SCMA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ini mencatatkan pendapatan bersih Rp1,86 triliun atau bertumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp1,73 triliun.
Di tengah pertumbuhan revenue tersebut, SCMA berhasil menekan beban program dan siaran hingga 10,8 persen (year-on-year) menjadi Rp1,01 triliun. Bahkan selama tiga bulan pertama di 2026, beban usaha hanya Rp422,58 miliar atau lebih rendah 5,2 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar Rp445,82 miliar.
Pada Kuartal I-2026, laba usaha SCMA tercatat Rp394,41 miliar atau melesat 143,9 persen (y-o-y), sedangkan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp405,7 miliar alias melambung 108,8 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp194,29 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp97,64 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan SCMA menjadi Rp308,06 miliar meroket 196,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-206 sebesar Rp307,63 miliar meningkat dua kali lipat dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp153,65 miliar.
Dari sisi posisi keuangan, jumlah ekuitas SCMA per 31 Maret 2026 tercatat Rp7,9 triliun atau meningkat 4,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp7,59 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp2,39 triliun atau membengkak 9,9 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp2,14 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset emiten pemilik stasiun televisi SCTV dan Indosiar ini sebesar Rp10,3 triliun atau mengalami kenaikan 5,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas Rp1,62 triliun atau melonjak 32,2 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai Rp1,22 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
