
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih USD24,15 juta atau melonjak 35,2 persen (year-on-year), sehingga saldo laba per 31 Maret 2026 menjadi USD105,16 juta atau melompat 29,8 persen (year-to-date).
Berdasarkan laporan keuangan BUMI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten milik Bakrie Group dan Salim Group melalui Mach Energy (Hongkong) Limited ini mencatatkan pendapata USD417,66 juta atau meningkat 19,8 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar USD348,78 juta.
Di tengah perbaikan kinerja pada area top line, BUMI hanya mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 12,5 persen (y-o-y) menjadi USD334,81 juta. Maka, selama tiga bulan pertama di 2026 jumlah laba bruto emiten yang juga dimiliki PT Bakrie Capital Indonesia ini menjadi USD82,84 juta atau melesat 61,6 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Maret 2026, emiten milik Treasure Global Investments Limited ini membukukan laba usaha USD49,06 juta atau melambung 75,7 persen (y-o-y), yang ditopang pula olehh pos bagian atas laba (neto) entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar USD15,81 juta atau melonjak 75,5 persen (y-o-y).
Akibat pertumbuhan signifikan tersebut, selama tiga bulan pertama tahun ini BUMI mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar USD55,29 juta atau melesat 93,1 persen (y-o-y). Sementara itu, laba periode berjalan di 1Q26 mencapai USD41,09 juta atau melompat 36,7 persen dibandingkan 1Q25 sebesar USD30,07 juta.
Adapun besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 tercatat USD24,15 juta atau melonjak 35,2 persen dibandingkan dengan laba bersih di Kuartal I-2025 senilai USD17,87 juta.
Akibat adanya laba bersih USD24,15 juta tersebut, saldo laba BUMI per 31 Maret 2026 mencapai USD105,16 juta alias melambung 29,8 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 sebesar USD81,01 juta. Kondisi ini menunjukkan tren pertumbuhan saldo perseroan usai realisasi penghapusan defisit per akhir 2024.
Sebelumnya, defisit BUMI mencapai USD2,28 miliar telah dieliminasi melalui kuasi reorganisasi per 31 Desember 2024. Posisi laba ditahan saat ini mencerminkan akumulasi kinerja baru pasca restrukturisasi, sehingga ke depannya memungkinkan bagi perseroan untuk membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham BUMI.
Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas neto yang dicatatkan emiten pertambangan batubara ini sebesar USD2,92 miliar atau bertumbuh 1,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD2,89 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas BUMI tercatat USD1,54 miliar atau membengkak 15,8 persen (y-t-d).
Pada akhir Maret 2026, total aset perseroan mencapai USD4,46 miliar atau mengalami kenaikan 5,8 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD164,38 juta atau melambung 38,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 senilai USD118,59 juta. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
