Himpun Pendapatan USD267,49 Juta, Laba Bersih ADMR di 1Q26 Melonjak 34%

admr2
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) membukukan laba bersih USD87,71 juta atau melonjak 34 persen dibandingkan capaian di Kuartal I-2025 senilai USD65,45 juta.

Berdasarkan laporan keuangan ADMR untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ini mencatatkan pendapatan usaha USD267,49 juta atau melambung 33,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar USD199,94 juta.

Di tengah kenaikan revenue yang signifikan tersebut, beban pokok pendapatan di Kuartal I-2026 hanya meningkat 21,3 persen (year-on-year) menjadi USD142,32 juta, sehingga mendorong laba bruto melesat 51,5 persen menjadi USD125,17 juta dari USD82,6 juta pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, ADMR membukukan laba usaha sebesar USD107,03 juta atau melejit 48,7 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD110,86 juta atau melompat 40 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 senilai USD79,18 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar USD24,85 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan ADMR menjadi USD86,01 juta atau melambung 32,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar USD87,71 juta atau melonjak 34 persen (y-o-y).

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas AlamTri Geo per 31 Maret 2026 tercatat USD1,8 miliar atau bertumbuh 5,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD1,72 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar USD1,4 miliar atau membengkak 19,4 persen (year-to-date) menjadi USD1,4 miliar.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki Veranus Capital Pte Ltd ini mencapai USD3,21 miliar atau meningkat 10,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD504,2 juta atau melambung 36,6 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 senilai USD369,09 juta. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top