Tergerus Lonjakan Beban Operasional, Laba Bersih HEAL di 1Q26 Melorot 18,8%

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) hanya membukukan laba bersih Rp101,26 miliar atau melorot 18,8 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 yang senilai Rp124,73 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan HEAL untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali tiga tokoh internal, Yulisar Khiat, Binsar Parasian Simorangkir dan Hasmoro ini mencatatkan pendapatan Rp1,78 triliun atau bertumbuh 5,4 persen dibanding periode yang sama di 2025 sebesar Rp1,69 triliun.

Di tengah pertumbuhan revenue yang moderat tersebut, beban pokok pendapatan rumah sakit Hermina justru membengkak 8 persen (year-on-year) menjadi Rp1,16 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 cuma bisa terungkit 0,7 persen menjadi Rp619,37 miliar dari Rp615,21 miliar pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten milik Astra Group melalu PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Astra Healthcare Indonesia ini mencatatkan beban usaha (neto) sebesar Rp395,76 miliar atau meningkat 12,7 persen (y-o-y), akibatnya laba usaha perseroan merosot 15,4 persen menjadi Rp223,6 miliar dibandingkan periode Januari-Maret 2026 sebesar Rp264,2 miliar.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, biaya keuangan dan administrasi bank (neto) yang dicatatkan emiten rumah sakit milik Djarum Group melalui PT Dwimuria Investama Andalan ini sebesar Rp52,7 miliar atau membengkak 6,7 persen (y-o-y), sehingga laba sebelum beban pajak penghasilan tersungkur 20,4 persen dibandingkan dengan tiga bulan pertama di 2025 sebesar Rp170,91 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp38,63 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan HEAL menjadi Rp132,28 miliar atau terpersok 17,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 senilai Rp101,26 miliar alias melorot 18,8 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas HEAL per 31 Maret 2026 tercatat Rp7,28 triliun bertumbuh 0,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp7,21 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp4,8 triliun atau membengkak 2,7 persen (year-to-date).

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Soedibjo Toeloes dan Lily Soepardiman ini mencapai Rp12,08 triliun atau meningkat 1,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank sebesar Rp844,63 miliar alias mengalami kenaikan 16,1 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp727,79 miliar.

Jika mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, pertumbuhan kas tersebut terutama dipengaruhi lonjakan arus kas yang didapat dari aktivitas pendanaan sebesar 159,9 persen (y-o-y) menjadi Rp204,2 miliar, khususnya dari penerimaan utang jangka panjang mencapai Rp444,2 miliar.

Peningkatan kas juga didukung adanya arus kas bersih yang didapat dari aktivitas operasi sebesar Rp248,83 miliar atau bertumbuh 10,9 persen (y-o-y). Sementara itu, emiten yang sahamnya juga dimiliki Ricky Dharsono Wibowo dan Indrajani Wibowo ini mencatatkan penurunan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar 8,2 persen (y-o-y) menjadi Rp336,19 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top