
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) membukukan laba bersih Rp11,28 miliar atau anjlok 67,7 persen (year-on-year), sehingga total defisit per 31 Maret 2026 hanya menyusut 0,6 persen (year-to-date) menjadi Rp2,71 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan AISA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Pangan Sejahtera Investama ini mencatatkan penjualan bersih Rp505,23 miliar atau bertumbuh 4,9 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 sebesar Rp481,48 miliar.
Namun, beban pokok penjualan di Kuartal I-2026 tercatat meningkat lebih tinggi, yakni 8,6 persen (y-o-y) menjadi Rp319,12 miliar. Dengan demikian, laba bruto AISA selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp186,12 miliar atau menurun 0,8 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar Rp187,7 miliar.
Pada periode Januari-Maret 2026, laba usaha produsen snack merek Taro ini membukukan laba usaha Rp18,24 miliar atau ambles 60,1 persen (y-o-y), terutama diakibatkan adanya tambahan tekanan dari beban penjualan dan distribusi yang membengkak 25,8 persen (y-o-y) menjadi Rp122,14 miliar.
Selama tiga bulan pertama tahun ini, AISA mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp14,56 miliar alias terperosok hingga 65,1 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di periode yang sama 2025 sebesar Rp41,76 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp3,29 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan emiten F&B ini menjadi Rp11,28 miliar atau tersungkur 67,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 juga Rp11,28 miliar alias anjlok 67,7 persen dari laba bersih Kuartal I-2025 sebesar Rp34,94 miliar.
Akibat laba bersih melorot menjadi Rp11,28 miliar tersebut, defsit AISA per 31 Maret 2026 hanya bisa ditekan 0,6 persen menjadi Rp2,71 triliun dari Rp2,73 triliun per 31 Desember 2025. Sekadar informasi, saat ini perseroan berencana melakukan kuasi reorganisasi terkait rencana mengeliminasi defisit saldo laba.
Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas AISA tercatat Rp1,16 triliun atau bertumbuh 1,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp1,14 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp1,01 triliun atau membengkak 6,3 persen (y-t-d), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp782,32 miliar.
Sampai akhir Maret tahun ini, total aset emiten yang sahamnya dimiliki PT Asuransi Simas Jiwa ini tercatat Rp2,16 triliun atau mengalami kenaikan 3,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp145,84 miliar alias bertumbuh 9,3 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp133,37 miliar. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
