
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) mencatatkan rugi bersih Rp1,32 miliar atau membengkak 160,9 persen (year-on-year), sehingga defisit per 31 Maret 2026 mengalami kenaikan 9 persen (year-to-date) menjadi Rp15,95 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan AYLS untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Bintang Cahaya Investment ini membukukan penjualan sebesar Rp315 juta atau meningkat terbatas 1,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai Rp311,35 juta.
Beban pokok penjualan AYLS di Kuartal I-2026 tetap sebesar Rp270 juta, sehingga laba bruto di tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp45 juta atau bertumbuh 8,8 persen dibandingkan dengan periode tiga bulan pertama di 2025 senilai Rp41,35 juta.
Pada periode Januari-Maret 2026, beban usaha tercatat melonjak 181,8 persen (y-o-y) menjadi Rp1,78 miliar, sehingga AYLS menderita rugi usaha sebesar Rp1,74 miliar atau membengkak 193,9 persen (y-o-y). Sementara itu, rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp1,58 miliar atau melambung 168,1 persen (y-o-y).
Dengan adanya manfaat pajak tangguhan di Kuartal I-2026 sebesar Rp261,37 juta, maka rugi bersih emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Wei We, Kai Wang, Chifan Graneta dan Yufei Li ini menjadi Rp1,32 miliar atau melonjak 160,9 persen dibandingkan rugi bersih di Kuartal I-2025 senilai Rp506,83 juta.
Akibat adanya rugi bersih sebesar Rp1,32 miliar, maka defisit AYLS per 31 Maret 2026 menjadi Rp15,95 miliar atau membengkak 9 persen dibandingkan dengan jumlah akumulasi kerugian per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp14,62 miliar.
Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas AYLS tercatat Rp33,01 atau menurun 3,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp34,34 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp312,64 juta atau melambung 103,6 persen (y-t-d), yang seluruhnya merupakan kewajiban jangka pendek.
Sampai akhir Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki PT UOB Kay Hian Pte Ltd ini tercatat Rp33,33 miliar atau menurun 3,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp617,52 juta atau anjlok 42,3 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp1,07 miliar. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
