Beban Pencadangan Pembiayaan Melonjak, Laba Bersih BFIN di 1Q26 Turun 12,6%

bfin2
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) membukukan laba bersih Rp354,36 miliar atau menurun 12,6 persen dibandingkan dengan Kuartal I-2025 yang sebesar Rp405,52 miliar. Penurunan laba ini seiring dengan meningkatnya total beban, terutama akibat lonjakan cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan.

Berdasarkan laporan keuangan BFIN untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten pembiayaan di bawah kendali Trinugraha Capital & Co SCA ini mencatatkan total pendapatan Rp1,71 triliun atau bertumbuh 3,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp1,66 triliun.

Di tengah pertumbuhan terbatas pada area top line, total beban justru membengkak 9,8 persen (year-on-year) menjadi Rp1,27 triliun. Kenaikan beban ini terutama dipicu lonjakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) piutang pembiayaan sebesar 42,4 persen (y-o-y) menjadi Rp397,64 miliar. Sementara itu, CKPN piutang ijarah dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) menurun 32 persen (y-o-y) menjadi Rp1,2 miliar.

Dengan demikian, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Jonathan Chang, Lay Sioe Ho dan Merie Pranoto ini mencatatkan laba sebelum pajak di periode Januari-Maret 2026 sebesar Rp436,55 miliar atau mengalami penurunan 12,6 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak di periode Januari-Maret 2025 yang sebesar Rp499,36 miliar.

Akibat adanya beban pajak di 1Q26 sebesar Rp82,23 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan BFIN menjadi Rp Rp354,32 miliar atau merosot 12,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 senilai Rp354,36 miliar, yang juga menurun 12,6 persen (y-o-y).

Pada posisi keuangan, jumlah ekuitas BFIN per 31 Maret 2026 tercatat Rp10,95 triliun per 31 Maret 2026 atau bertumbuh 2,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp10,65 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mengalami penurunan 3,4 persen (year-to-date) menjadi Rp14,31 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp25,26 triliun atau lebih rendah 0,8 persen (y-t-d), dengan posisi piutang pembiayaan sebesar Rp22,49 triliun atau bertumbuh tipis 0,4 persen (y-t-d). Sementara itu, kas dan setara kas tersisa Rp1,24 triliun atau melorot 20,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,55 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top