VKTR Ungkap Rasio Rights Issue 7:4, Raihan Dana untuk Perluas Bisnis Kendaraan Listrik

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I) alias rights issue yang memiliki rasio 7:4 untuk saham yang diterbitkan maksimal 25 miliar lembar.

Berdasarkan Prospektus Ringkas VKTR yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (3/6), rencana rights issue perusahaan milik PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 19 Mei 2026.

“Setiap pemegang tujuh saham biasa atas nama yang namanya tercantum di Daftar Pemegang Saham (DPS) VKTR pada 30 Juli 2026 pukul 16.15 WIB mendapatkan empat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru bernilai nominal Rp10 per saham,” demikian disampaikan manajemen VKTR.

Namun demikian, saat ini perseroan belum melakukan publikasi terkait harga pelaksanaan rignts issue. Manajemen menegaskan, rencana penerbitan saham sebanyak-banyaknya 25 miliar saham tersebut setara dengan 36,36 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Selain mengungkapkan rasio rights issue, VKTR juga menyampaikan jadwal indikatif pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Perseroan berharap rencana rights issue ini bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Juli 2026, dengan periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 3-7 Agustus 2026.

Rencananya, sebesar 80 persen dana hasil rights issue akan disalurkan kepada anak usaha VKTR, PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI) untuk mendukung pengembangan bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS) alias layanan penyewaan kendaraan listrik. Dana tersebut akan digunakan SEI untuk membeli kendaraan listrik dari VKTR guna memenuhi kebutuhan pelanggan korporasi.

Sementara itu, sisanya akan dimanfaatkan VKTR sebagai modal kerja, termasuk pembelian persediaan bus listrik, truk listrik, transporter listrik dan forklift listrik. Manajemen menyampaikan, sejumlah nota kesepahaman yang telah diraih SEI sebagai dasar pengembangan bisnis e-MaaS.

Adapun kesepakatan itu mencakup rencana penyediaan 200 unit light duty truck listrik untuk PT Gaea Solusi Mobility, sebanyak 300 unit light duty truck listrik untuk PT Green Volt Energy, sebanyak 600 unit bus listrik untuk PT Gapura Intan Mandiri, 200 unit heavy duty truck listrik untuk PT Darma Henwa Tbk (DEWA), sebanyak 100 unit bus listrik untuk PT Laksana Bus Manufaktur dan 100 unit bus listrik untuk PT Daya Mitra Multipratama. Seluruh nota kesepahaman tersebut berlaku hingga akhir 2027. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top