BEI: Fundamental Market Kuat, 80% Emiten Cetak Laba di 1Q26, Tertinggi dalam 5 Tahun

Pejabat Sementara (Pjs) PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Pejabat Sementara (Pjs) PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengklaim bahwa kondisi pasar saham Indonesia terbilang kuat, meskipun dalam dua hari terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles ke zona merah.

Jeffrey menyebutkan, sebanyak 80% emiten berhasil membukukan laba bersih pada Kuartal I-2026, sekaligus sebagai persentase tertinggi dalam lima tahun terakhir. Namun demikian, kata dia, investor harus tetap mengedepankan rasionalitas dalam mengambil keputusan investasi dengan memperhatikan fundamental perusahaan maupun profil risiko investasi.

“Mencermati perkembangan pasar dua hari ini, kami dari Bursa Efek Indonesia ingin menyampaikan kembali bahwa kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor,” papar Jeffrey di Gedung BEI Jakarta, Kamis (4/6).

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali berakhir di zona merah pada level 5.839 atau melorot 1,7 persen dan sempat menyentuh level 5.644 alias anjlok 5 persen. Kemarin (3/6), IHSG ditutup pada level 5.941 atau tersungkur 4,11 persen, bahkan sempat ambles lebih dari 5 persen.

Lebih lanjut Jeffrey mengklaim, saat ini kondisi fundamental pasar saham Indonesia masih berada dalam keadaan yang baik, tercermin dari kinerja keuangan emiten di sepanjang 2025 maupun pada Kuartal I-2026. Menurut Jeffrey, seluruh emiten membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari 21 persen untuk Tahun Buku 2025.

Malahan, kata Jeffrey, untuk kelompok saham LQ45 mencatatkan pertumbuhan laba bersih rata-rata sebesar 29,9 persen (year-on-year). “Kalau kita lihat perkembangannya sampai dengan Kuartal I-2026 dibandingkan Kuartal I-2025, khususnya untuk saham-saham dalam kelompok LQ45 terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30 persen, 29,9 persen,” ujarnya.

Dia menyampaikan, BEI mencatat distribusi profitabilitas emiten juga semakin membaik. Hingga Kuartal I-2026 ada sebanyak 80 persen Perusahaan Tercatat berhasil membukukan laba bersih. Angka ini melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 73 persen hingga 76 persen.

Sebagai perbandingan, ucap Jeffrey, pada 2020 hanya 63 persen emiten yang mencatatkan laba bersih. Kemudian pada periode 2021 sampai 2025, persentasenya bergerak di rentang 73 persen-76 persen. “Kuartal I-2026, sebesar 80 persen membukukan laba bersih. Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik,” tegas Jeffrey. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor; Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top