Pemegang Saham BLES Setujui Pembagian Dividen Tunai Final Senilai Rp16,8 Miliar

hermanto tanoko
Pemilik PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), Hermanto Tanoko – (Foto: Milva Sary)

RollingStock.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) menyetujui rencana pembagian dividen tunai final senilai Rp16,8 miliar atau sebesar 20 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025 yang sebesar Rp83,94 miliar.

Berdasasarkan hasil RUPST BLES yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/6), para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen Rp16,8 miliar dan menyepakati dana Rp1 miliar dari laba bersih 2025 disisihkan sebagai cadangan modal.

Sementara itu, sisa dari laba bersih emiten milik taipan Hermanto Tanoko untuk Tahun Buku 2025 yang sebesar Rp66,14 miliar akan dibukukan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaanya. Per 31 Maret 2026, BLES tercatat memiliki saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp357,14 miliar.

Rapat hari ini juga menyetujui dan menerima dengan baik laporan tahunan BLES untuk Tahun Buku 2025, termasuk pengesahan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, pengesahan laporan pengawasan Dewan Komisaris di 2025, serta pemberian acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan di 2025.

Pada pelaksanaan RUPST juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Jumlah dana hasil IPO sebesar Rp264,47 miliar, sebelum dikurangi biaya emisi senilai Rp2,72 miliar. Hasil bersih sebesar Rp261,75 miliar, yang sudah digunakan untuk investasi Rp81,93 miliar dan sebesar 179,82 miliar untuk modal kerja.

Manajemen BLES menyampaikan, sepanjang 2025 perseroan menghadapi tantangan berupa tingginya curah hujan dan penurunan permintaan pada semester pertama. Namun, kondisi pasar mulai membaik pada semester kedua tahun lalu, seiring dengan meningkatnya permintaan dan berbagai upaya efisiensi operasional.

Peningkatan efisiensi didukung beroperasinya pabrik kelima di Banjarnegara dan selesainya pembaruan mesin di Mojokerto maupun Lamongan, sehingga mendorong kenaikan volume produksi sebesar 18,55 persen (year-on-year). Pada Juli 2025, BLES secara resmi mengoperasikan pabrik kelima di Banjarnegara, Jawa Tengah, sehingga total kapasitas produksi meningkat menjadi 5,6 juta meter kubik per tahun.

Lebih lanjut manajemen BLES menyampaikan, prospek sektor konstruksi Indonesia di 2026 dinilai tetap positif, seiring dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur, perumahan, energi dan kawasan industri, termasuk dukungan berbagai program pemerintah seperti Program 3 Juta Rumah dan pembangunan perumahan rakyat.

“Untuk menangkap peluang tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi dan inovasi produksi, penguatan pemasaran dan distribusi di luar Pulau Jawa, serta pengembangan produk ramah lingkungan. Perseroan juga terus memperkuat manajemen risiko, pengendalian internal dan digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan sumber daya manusia,” demikian disampaikan manajemen BLES. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top