MPPA Siap Rights Issue Rp1,2 Triliun, Investor Publik Dihantui Potensi Dilusi 64,92%

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berpotensi menciptakan dilusi secara signifikan bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam aksi Penambahan Modal dengan HMETD VIII (PM-HMETD VIII) alias rights issue dengan nilai emisi mencapai Rp1,2 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi MPPA yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (18/6), anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL) ini akan menawarkan sebanyak-banyaknya 23.999.658.401 saham baru bernilai nilai nominal Rp50 per saham atau setara dengan 64,92 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh MPPA setelah rights issue.

Adapun harga pelaksanaan rights issue juga dibanderol pada harga Rp50 per saham, sehingga melalui aksi korporasi ini MPPA bisa meraup dana maksimal Rp1,2 triliun. Manjemen perseroan menegaskan, pemegang saham yang tidak menebus HMETD sesuai porsi kepemilikannya akan mengalami dilusi kepemilikan saham mencapai 64,92 persen.

Setiap pemegang 114 saham yang tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) MPPA pada 29 Juni 2026 pukul 16.15 WIB berhak memperoleh 211 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru seharga Rp50 per saham. Pada penutupan perdagangan di BEI hari ini, saham MPPA tercatat seharga Rp48 per lembar.

Mengacu pada simulasi yang dilakukan MPPA, apabila seluruh pemegang saham melaksanakan HMETD sesuai haknya, maka komposisi kepemilikan tidak mengalami perubahan. MLPL sebagai induk usaha tetap menguasai 50,14 persen saham MPPA, sementara itu porsi investor publik sebesar 40,99 persen.

Namun demikian, jika seluruh pemegang saham selain MLPL tidak melaksanakan HMETD, maka kepemilikan MLPL berpotensi melambung menjadi 80,15 persen. Sebaliknya, porsi kepemilikan investor pulik bisa tergerus menjadi 16,33 persen dari sebelumnya yang mencapai 40,99 persen.

Pada rencana rights issue ini, MLPL sudah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD miliknya sebanyak 12,03 miliar saham atau setara Rp601,61 miliar. Selain itu, MLPL juga bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang akan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD lainnya hingga sebanyak 7,57 miliar saham atau setara maksimal Rp378,39 miliar.

Secara keseluruhan, MLPL menyiapkan komitmen dana hingga mencapai Rp980 miliar dalam rights issue MPPA. Manajemen perseroan mengungkapkan, seluruh dana hasil rights issue —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan. Sebesar Rp780 miliar akan dialokasikan untuk belanja modal (capex) berupa pembelian sejumlah aset dari pihak afiliasi.

Rinciannya, sebesar Rp351,5 miliar akan digunakan untuk pembelian bangunan di kawasan Mall City of Tomorrow Surabaya dari PT Citra Cito Perkasa. Selanjutnya, senilai Rp134,5 miliar akan dimanfaatkan untuk pembelian tanah dan bangunan di Gresik dari PT Panca Megah Utama, serta Rp122 miliar untuk pembelian tanah dan bangunan di Bogor dari PT Surya Asri Lestari.

Sejumlah aset yang akan dibeli emiten milik Lippo Group tersebut belum digunakan untuk kegiatan usaha dan belum menghasilkan pendapatan. Manajemen MPPA memperkirakan, pengembangan aset baru akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan setelah seluruh perizinan yang diperlukan bisa terpenuhi.

Adapun jadwal rights issue menetapkan tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan negosiasi pada 25 Juni 2026, sedangkan pencatatan pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD (recording date) pada 29 Juni 2026. Adapun perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 1-3 Juli 2026 dan 6-7 Juli 2026. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top