
RollingStock.ID – PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) berencana mengakuisisi aset industri milik PT Jakarta Indah Casting (JIC) senilai Rp78,5 miliar sebagai bagian dari transformasi bisnis ke sektor komponen mekanikal dan permesinan.
Berdasarkan keterangan GPSO yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (18/6), untuk mendanai transaksi tersebut perseroan akan memanfaatkan fasilitas pinjaman perbankan dan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) alias private placement senilai Rp28,47 miliar.
Adapun aset yang akan dibeli adalah tanah seluas 15.400 meter persegi, bangunan pabrik seluas 9.207 meter persegi, serta mesin dan peralatan pendukung produksi besi tuang cetak (ferro casting) yang berlokasi di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP), Bekasi, Jawa Barat.
Manajemen GPSO menyampaikan, transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi usaha setelah PT PIMSF Pulogadung mengakuisisi GPSO pada November 2025 dan menjadi pengendali baru perseroan melalui pelaksanaan tender wajib pada Februari 2026.
PIMSF merupakan bagian dari kelompok usaha Tjokro Group yang berencana menjadikan GPSO sebagai kendaraan usaha untuk mengembangkan bisnis solusi mekanikal terpadu, distribusi komponen mekanikal dan pengelolaan aset industri.
Sejalan dengan transformasi tersebut, GPSO berencana mengubah kegiatan usaha dengan menambahkan KBLI 46591 tentang Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri, Suku Cadang dan Perlengkapannya, serta KBLI 68129 tentang Aktivitas Real Estat (Bangunan dan Lahan) Nonhunian Lainnya Milik Sendiri atau Sewa.
Akuisisi aset JIC dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, karena GPSO dan JIC berada di bawah pengendalian pihak yang sama, yakni Kurniawan Eddy Tjokro. Mengacu pada laporan keuangan per 31 Desember 2025, nilai transaksi setara 183,95 persen dari ekuitas GPSO.
Untuk mendukung pendanaan transaksi, perseroan akan menerbitkan 66.674.000 saham baru bernilai nominak Rp50 per saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh GPSO. Harga pelaksanaan PMT-HMETD ditetapkan sebesar Rp427 per saham, sehingga dana yang dihimpun diperkirakan mencapai Rp28,469 miliar.
PIMSF Pulogadung akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut. Selain dana hasil private placement, GPSO juga telah memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) sebagai salah satu sumber pendanaan akuisisi aset.
Seluruh rangkaian transaksi yang meliputi perubahan kegiatan usaha, transaksi material dan afiliasi, serta PMT-HMETD akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
