Dividen ERAA Disetujui Rp25 per Saham, Jatah Investor Publik Rp168,3 Miliar

eraa
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyetujui pembagian dividen tunai final senilai Rp25 per saham atau setara Rp389,6 miliar, yang dananya bersumber dari laba bersih Tahun Buku 2025.

Berdasarkan hasil RUPS Tahunan ERAA yang digelar di Jakarta, Senin (29/6), para pemegang saham telah menyetujui penetapan penggunaan laba bersih perseroan. “Pembagian dividen tunai sebesar Rp25 setiap saham atau seluruhnya Rp389,6 miliar,” demikian disampaikan manajemen ERAA.

Dengan persetujuan dividen Rp25 per saham tersebut, maka PT Eralink International akan meraup Rp220 miliar. Adapun investor publik atau pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5 persen akan mendapatkan jatah dividen Rp168,3 miliar.

Sementara itu, sisa alokasi dana dividen akan ditransfer ke rekening sejumlah anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, sesuai dengan kepemilikannya masing-masing di ERAA. Sekadar informasi, saat ini Erajaya Swasembada memiliki saham treasuri sebanyak 365.317.422 lembar.

Para pemegang saham juga menyetujui dana senilai Rp 1 miliar disisihkan sebagai cadangan sesuai dengan UU Perseroan Terbatas, sedangkan sisa dari laba bersih Tahun Buku 2025 akan ditempatkan sebagai laba ditahan.

Usai pelaksanaan RUPST, Wakil Direktur Utama ERAA, Hasan Aula menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perseroan mencatatkan kinerja positif yang didukung kontribusi berbagai vertikal bisnis di dalam ekosistem Erajaya Swasembada. “Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ucapnya.

Dia mengatakan, pada Tahun Buku 2025 perseroan terus memperkuat strategi diversifikasi bisnis melalui pengembangan portofolio usaha di berbagai kategori. Selain mempertahankan bisnis inti distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi sebagai fondasi utama, ERAA juga memperluas ekosistem bisnis melalui pertumbuhan berbagai vertikal usaha lain.

Sejumlah merek baru yang masuk ke dalam portofolio bisnis ERAA melalui anak usaha, antara lain CHAGEE pada vertikal Erajaya Food & Nourishment, kemudian XPENG merek kendaraan listrik (EV), serta ANTA dan Wilson yang merupakan dua merek ritel apparel olahraga dari vertikal bisnis Erajaya Active Lifestyle.

Meski bisnis digital tetap menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai 74 persen, kata Hasan, ERAA juga terus memperkuat portofolio bisnis lainnya, dengan kontribusi international business sebesar 14,8 persen, active lifestyle 7,5 persen dan food & nourishment sebesar 3,8 persen. Pada Kuartal I-2026, perseroan meraih penjualan bersih Rp22,4 triliun atau meningkat 41,1 persen (year-on-year).

Perseroan terus memperkuat ekosistem omnichannel terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh lini bisnis. Hingga Kuartal I-2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.400 jaringan ritel di Indonesia, didukung penguatan ekosistem digital commerce dan program loyalitas pelanggan MyEraspace yang kini memiliki lebih dari 17,5 juta anggota. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top