
RollingStock.ID – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) telah merampungkan pengalihan portofolio pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) senilai Rp12,58 triliun, setelah memenuhi seluruh persyaratan dalam Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA).
Berdasarkan surat BTPN kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 29 Juni 2026, penyelesaian transaksi dilakukan pada hari yang sama melalui penandatanganan akta pengalihan (cessie) di hadapan notaris dan pembayaran harga pembelian oleh BBTN kepada BTPN.
Manajemen BTPN menjelaskan, transaksi tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan CPTA dengan BBTN, yang penyelesaian transaksi bergantung pada terpenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan yang menjadi kewajiban kedua belah pihak.
Mengacu pada keterangan BTPN sebelumnya (25/5), objek transaksi CPTA merupakan portofolio kredit yang berkaitan dengan pensiunan dan pra-pensiunan yang manfaat pensiunnya dikelola PT Taspen (Persero). Nilai pembelian portofolio tersebut disepakati sebesar Rp12,58 triliun.
Selain CPTA, pada 22 Mei 2026 BTPN dan BTN juga menandatangani Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) untuk pengalihan aset pinjaman yang berkaitan dengan pensiunan dan pra-pensiunan yang dikelola PT Asabri (Persero), dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif. Nilai transaksi CLATA mencapai Rp7,34 triliun.
Dengan demikian, total nilai kedua transaksi mencapai Rp19,92 triliun atau setara 46,3 persen dari ekuitas BTPN berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025. Sehingga, hal ini dikategorikan sebagai transaksi material sesuai POJK Nomor 17/POJK.04/2020.
Lebih lanjut manajemen BTPN menjelaskan, pengalihan portofolio pinjaman tersebut merupakan bagian dari penyesuaian strategi bisnis pensiun perseroan. Selama ini unit bisnis pensiun BTPN melayani berbagai mitra dana pensiun institusional, serta menyalurkan kredit kepada pensiunan, pra-pensiunan dan karyawan aktif.
Melalui transaksi tersebut, BTPN bermaksud memastikan keberlanjutan layanan kepada nasabah di bawah pengelolaan BBTN, sekaligus mengalokasikan kembali modal dan sumber daya ke area pertumbuhan inti yang dinilai lebih skalabel dan sejalan dengan strategi jangka panjang Bank SMBC Indonesia. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
