S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status RI ke Frontier, Isu Transparansi Disorot

Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) mengirimkan sinyal negatif bagi pasar modal Indonesia dengan memasukkan Indonesia ke dalam Country Classification 2027 Watchlist. Dalam skenario terburuk, status Indonesia bisa diturunkan dari Emerging Market menjadi Frontier Market, jika berbagai persoalan yang menjadi perhatian lembaga penyedia indeks global tersebut tidak kunjung terselesaikan.

Dalam pengumuman yang dirilis 7 Juli 2026, S&P DJI menyatakan bahwa saat ini Indonesia tetap berstatus Emerging Market, namun berpotensi direklasifikasi menjadi Special Measures/Frontier. Langkah ini ditempuh karena S&P DJI masih memantau perkembangan regulasi di pasar modal Indonesia, khususnya soal transparansi kepemilikan saham dan efektivitas kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menjawab kekhawatiran mengenai keterbukaan informasi dan dampaknya terhadap likuiditas pasar.

Bahkan, S&P DJI akan memberikan peringatan lebih keras, apabila kondisi tersebut memburuk, lembaga ini bisa menerapkan special treatment terhadap Efek-Efek Indonesia. Bukan cuma itu, S&P DJI juga menegaskan bahwa apabila berbagai persoalan tersebut belum terselesaikan selama satu tahun sejak penerapan special measures, maka status klasifikasi pasar Indonesia akan dievaluasi kembali pada tinjauan tahunan berikutnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang Indonesia turun menjadi Frontier Market akan semakin besar kalau perbaikan yang diharapkan tidak terealisasi. Status Frontier Market umumnya dipersepsikan memiliki tingkat aksesibilitas, transparansi dan likuiditas yang lebih rendah dibandingkan Emerging Market.

Penurunan klasifikasi berpotensi mengurangi daya tarik Indonesia di mata investor institusi global yang menjadikan klasifikasi indeks sebagai acuan investasi, namun keputusan akhir baru akan ditentukan dalam proses review mendatang.

Pada daftar 2027 Watchlist, Indonesia tidak sendirian, tetapi ada Turki yang juga bercokol di dalam watchlist dengan potensi diturunkan dari Emerging menjadi Special Measures/Frontier, sedangkan Nigeria berpotensi naik dari Standalone menjadi Frontier.

Pengumuman S&P DJI ini menambah tekanan terhadap pasar modal Indonesia, karena sebelumnya penyedia indeks global lain juga menyoroti isu transparansi kepemilikan saham dan struktur pasar Indonesia. Dengan demikian, perhatian terhadap kualitas regulasi dan tata kelola pasar modal kini menjadi salah satu faktor yang akan menentukan nasib pasar modal Indonesia pada proses evaluasi berikutnya. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top