
RollingStock.ID – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melakukan penyertaan modal sebesar Rp8,54 triliun ke entitas anak tidak langsungnya, PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Dana ini disalurkan melalui PT DSST Mas Gemilang (DSST) untuk memperkuat struktur permodalan BMT guna mendukung pengembangan ekosistem layanan digital, investasi, kebutuhan modal kerja dan berbagai proyek strategis DSSA.
Berdasarkan keterangan DSSA yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (8/&), emiten di bawah kendali PT Sinar Mas Tunggal ini menyampaikan bahwa transaksi tersebut sudah dilaksanakan pada 6 Juli 2026. Nilai transaksi mencapai Rp8,54 triliun atau setara USD502,56 juta, sehingga merupakan transaksi material karena mencapai 21,22 persen dari ekuitas DSSA per 31 Maret 2026 sebesar USD2,37 miliar.
Sekadar mengingatkan, pada akhir Juni 2026 perseroan melalui DSST dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS) mengakusisi 100 persen saham BMT senilai Rp4 triliun dari PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi. Adapun BMT merupakan perusahaan terafiliasi dengan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melalui kepemilikan 24,568 persen, berdasarkan data KSEI per akhir Mei 2026.
Lebih lanjut manajemen DSSA menjelaskan, transaksi penyertaan modal Rp8,54 triliun ke BMT sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi bisnis dan membangun ekosistem layanan digital yang berdaya saing serta berkelanjutan. “Dengan dilaksanakannya transaksi, struktur permodalan dan susunan pemegang saham BMT mengalami perubahan,” demikian disampaikan manajemen DSSA.
Melalui transaksi tersebut, DSST mengambil seluruh saham baru yang diterbitkan BMT sebanyak 8.539.999.121 lembar bernilai nominal Rp1.000 per saham. Setelah aksi korporasi ini, modal ditempatkan dan disetor penuh BMT meningkat dari Rp11,19 triliun menjadi Rp19,73 triliun, sedangkan kepemilikan DSST tetap sebesar 99,99 persen dan sisanya dimiliki SSS sebesar 0,01 persen.
Manajemen DSSA menyatakan, penguatan modal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan BMT, sehingga memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih besar untuk menjalankan strategi bisnis, membiayai investasi, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta mendukung berbagai proyek strategis yang sejalan dengan target pertumbuhan jangka panjang DSSA.
Selain memperkuat struktur permodalan, transaksi ini juga diyakini bisa memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, mempercepat integrasi ekosistem digital, meningkatkan sinergi antarentitas usaha, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan memperkuat posisi kompetitif DSSA di tengah perkembangan industri digital.
Manajemen DSSA menegaskan, transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena dilakukan antara DSST dan BMT yang sama-sama merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan efektif lebih dari 99 persen. Meski demikian, DSSA mengaku bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi benturan kepentingan, karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi direksi, dewan komisaris maupun pemegang saham utama.
Mengacu pada proforma laporan keuangan (konsolidasian) DSSA per 31 Maret 2026, transaksi tersebut tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha. Seluruh pos utama laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi proforma tetap sama sebelum dan sesudah transaksi, dengan total aset USD4,6 miliar, ekuitas USD2,37 miliar dan laba tahun berjalan USD118,5 juta. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
