Net Buy Asing Rp360 Miliar di Pasar Reguler, DSSA dan ANTM Jadi Incaran Utama

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Investor asing kembali membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp360,2 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan kemarin, seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,74 persen ke level 6.340. Aksi beli tersebut didorong akumulasi pembelian pada sejumlah saham sektor energi, komoditas dan perbankan.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, Selasa (21/7), saham yang paling banyak dikoleksi investor asing antara lain DSSA, ANTM, PTRO, BUVA, BMRI dan BBRI. Di pasar reguler, nilai pembelian investor asing mencapai Rp6,05 triliun dan nilai penjualan Rp5,69 triliun, sehingga terjadi net foreign buy Rp360,2 miliar.

Top 5 Net Foreign Buy di pasar reguler terdiri dari DSSA (Rp263,6 miliar), ANTM (Rp91,7 miliar), PTRO (Rp80,7 miliar), BUVA (Rp66,3 miliar) dan BMRI (Rp62 miliar), sedangkan Top 5 Net Foreign Sell di pasar reguler adalah ASII (Rp61,3 miliar), BUMI (Rp51,9 miliar), AMMN (Rp48,3 miliar), BNBR: (Rp46,5 miliar) dan TLKM (Rp34,3 miliar).

Untuk seluruh pasar (all market), investor asing hanya membukukan net foreign buy Rp31,3 miliar. Total nilai pembelian asing tercatat Rp6,36 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp6,33 triliun. Perbedaan antara net foreign buy di pasar reguler dan all market dipengaruhi transaksi di luar pasar reguler.

Berdasarkan data di aplikasi IPOT, transaksi di pasar negosiasi menunjukkan investor asing mencatat net foreign sell Rp329,2 miliar, dengan total pembelian Rp317,5 miliar dan penjualan Rp646,8 miliar. Tekanan jual asing ini terutama berasal dari NSSS yang mencatat net foreign sell Rp319,6 miliar. Selain NSSS, aksi jual bersih asing di pasar nego juga terjadi pada BBRI, BFIN, TAPG dan GOTO.

Pada sisi pembelian, saham yang paling banyak dikoleksi asing di pasar nego adalah MTSM dengan net foreign buy Rp12 miliar, diikuti BMRI Rp4,7 miliar, UNTR Rp3,2 miliar AKRA Rp1,7 miliar dan ANTM senilai Rp309 juta. Dengan demikian, dominasi aksi jual pada NSSS menjadi faktor utama yang memangkas akumulasi beli bersih investor asing secara keseluruhan. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top