
RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membukukan laba bersih periode berjalan Rp485,97 miliar atau melonjak 24,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp390,52 miliar. Kinerja positif di area bottom line ini ditopang pertumbuhan pendapatan yang mendorong kenaikan laba usaha.
Berdasarkan laporan keuangan Alfamidi untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten di bawah kendali PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) alias Alfamart ini mencatatkan pendapatan bersih Rp11,25 triliun atau bertumbuh 8,5 persen dibandingkan Semester I-2025 sebesar Rp10,37 triliun.
Seiring dengan peningkatan omzet tersebut, beban pokok pendapatan juga tercatat mengalami kenaikan 7,9 persen (year-on-year) menjadi Rp8,35 triliun. Dengan demikian, laba bruto MIDI di Semester I-2026 menjadi Rp2,9 triliun atau bertumbuh 10,1 persen dibandingkan Semester I-2025 senilai Rp2,63 triliun.
Pada sisi operasional, total beban usaha Alfamidi pada 1H26 meningkat 6,9 persen menjadi Rp2,39 triliun dari Rp2,23 triliun pada 1H25. Kenaikan ini terutama dipengaruhi beban penjualan dan distribusi di Semester I-2026 yang membengkak menjadi Rp2,17 triliun, namun beban umum dan administrasi bisa ditekan menjadi Rp215,61 miliar dari Rp220,94 miliar pada Semester I-2025.
Kendati demikian, laba usaha selama enam bulan pertama 2026 tercatat meningkat 22,4 persen menjadi Rp623,36 miliar dibandingkan Rp509,18 miliar pada periode yang sama di 2025. Laba sebelum pajak penghasilan badan di 1H26 tercatat melonjak 36,9 persen menjadi Rp606,33 miliar dari capaian di 1H2025 senilai Rp442,79 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan neto pada 1H26 sebesar Rp120,36 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan MIDI selama enam bulan pertama tahun ini menjadi Rp485,97 miliar atau melompat 24,4 persen dibandingkan dengan realisasi di Semester I-2025 senilai Rp390,52 miliar.
Dari sisi balance sheet, total ekuitas MIDI per 30 Juni 2026 tercatat bertumbuh 2 persen menjadi Rp4,63 triliun dari Rp4,54 triliun per 31 Desember 2025. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas sebesar Rp4,64 triliun atau meningkat 1,2 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek menjadi Rp3,97 triliun.
Per 30 Juni 2026, total aset Alfamidi mencapai Rp9,27 triliun atau meningkat 1,6 persen (y-t-d), dengan saldo kas dan bank tersisa Rp533,37 miliar alias mengalami penurunan 7,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp576,2 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
