Laba Bersih WIFI di 1H26 Naik 45%, Tapi Kas Operasi Berbalik Minus Rp1,84 Triliun

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membukukan laba bersih Rp331,16 miliar atau melonjak 45,3 persen dibandingkan paruh pertama tahun lalusenilai Rp227,91 miliar. Namun, kualitas laba menghadapi tekanan usai arus kas bersih dari aktivitas operasi berbalik menjadi negatif Rp1,84 triliun dari positif Rp17,61 miliar pada Semester I-2025.

Berdasarkan laporan keuangan WIFI untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten di bawah kendali PT Investasi Sukses Bersama ini mencatatkan pendapatan bersih Rp1,57 triliun atau melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Semester I-2025 yang hanya Rp513,46 miliar.

Lonjakan revenue tersebut ditopang peningkatan pendapatan segmen telekomunikasi di 1H26 menjadi Rp1,28 triliun dari Rp232,83 miliar pada 1H25. Sementara itu, pendapatan periklanan tercatat menurun menjadi Rp111,88 miliar dari Rp281,43 miliar, sedangkan segmen perdagangan besar mulai berkontribusi sebesar Rp177,71 miliar.

Pertumbuhan pendapatan mendorong laba bruto di Semester I-2026 meningkat menjadi Rp950,58 miliar dari Rp392,36 miliar pada Semester I-2025. Laba usaha WIFI selama enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp773,23 miliar atau mengalami kenaikan dibandingkan enam bulan pertama di 2025 senilai Rp378,96 miliar.

Namun, biaya keuangan pada 1H26 tercatat membengkak lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp274,21 miliar dari Rp87,25 miliar pada 1H25, terutama berasal dari bunga obligasi Rp181,26 miliar, bunga pinjaman bank sebesar Rp63,01 miliar, amortisasi emisi obligasi Rp14,12 miliar dan bunga pinjaman lainnya senilai Rp9,57 miliar.

Pada sisi arus kas, WIFI mencatatkan arus kas operasi negatif Rp1,84 triliun. Kondisi ini dipicu pembayaran kepada pemasok yang mencapai Rp2,79 triliun, pembayaran kepada pihak ketiga dan lainnya sebesar Rp371,25 miliar, pembayaran biaya keuangan Rp274,21 miliar, pembayaran kepada karyawan Rp58,78 miliar, serta pembayaran pajak penghasilan Rp39,22 miliar. Nilai tersebut melampaui penerimaan kas dari pelanggan yang sebesar Rp1,66 triliun.

Per 30 Juni 2026, total aset emiten pemilik brand Surge ini tercatat Rp20,95 triliun atau meningkat dari Rp15,17 triliun pada 31 Desember 2025. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas membengkak 79 persen menjadi Rp11,93 triliun, yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp6,57 triliun.

Pada akhir Juni 2026, total ekuitas WIF sebesar Rp9,02 triliun atau meningkat dibandingkan per akhir Desember 2025 senilai Rp8,52 triliun. Adapun kas dan setara kas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat meningkat menjadi Rp8,29 triliun dari Rp6,16 triliun pada 31 Desember 2025.

Namun, kenaikan kas tersebut bukan berasal dari aktivitas operasi, melainkan ditopang arus kas pendanaan yang menghasilkan kas bersih Rp4,97 triliun, antara lain berasal dari penerimaan hasil penerbitan obligasi dan utang bank jangka panjang. Pada Semester I-2026, WIFI juga memperoleh fasilitas pinjaman berjangka senior sindikasi dengan plafon maksimal Rp5 triliun. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top