Laba Bersih RMKE di 1H26 Melonjak 89,6% Saat Beban Keuangan Membengkak 160,2%

rmke
PT RMK Energy Tbk (RMKE) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan pertumbuhan laba bersih yang kuat pada Semester I-2026, meski di saat yang sama emiten di bawah kendali PT RMK Investama ini harus menghadapi lonjakan beban keuangan akibat peningkatan pendanaan berbasis utang.

Selama enam bulan pertama tahun ini, laba bersih RMKE tercatat sebesar Rp163,33 miliar atau melonjak 89,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 senilai Rp86,15 miliar. Sementara itu, beban keuangan melonjak lebih tinggi, yakni mencapai 160,2 persen menjadi Rp34,8 miliar dari Rp13,38 miliar.

Pertumbuhan laba bersih 1H26 ditopang pendapatan yang melesat 176,7 persen menjadi Rp1,59 triliun dari Rp575,72 miliar pada 1H25.. Namun, beban pokok pendapatan tercatat membengkak 208,9 persen (y-o-y) menjadi Rp1,33 triliun, sehingga laba bruto hanya bertumbuh 82,4 persen (y-o-y) menjadi Rp267,09 miliar.

Selain lonjakan beban keuangan, penghasilan keuangan yang dicatatkan RMKE di 1H26 menurun 3,2 persen menjadi Rp14,79 miliar dari Rp15,28 miliar pada 1H25. Beban umum dan administrasi meningkat 8,4 persen menjadi Rp44,77 miliar dari Rp41,31 miliar, sedangkan pendapatan lain-lain (neto) yang dicatatkan emiten terafiliasi dengan RMKO ini mengalami penurunan hingg 57,3 persen menjadi Rp4,64 miliar dari Rp10,88 miliar.

Kenaikan beban keuangan RMKE tersebut sejalan dengan bertambahnya liabilitas yang per 30 Juni 2026 mencapai Rp1,54 triliun atau membengkak 74,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp882,41 miliar. Peningkatan ini terutama berasal dari utang obligasi jangka panjang yang melonjak 210,8 persen (y-t-d) menjadi Rp877,44 miliar. Selain itu, utang obligasi jangka pendek naik 1,5 persen (y-t-d) menjadi Rp115,9 miliar dan RMKE juga mencatat utang bank jangka pendek Rp21,87 miliar dibandingkan nihil pada akhir 2025.

Pada sisi cash flow, RMKE berhasil mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi di Semester I-2026 sebesar Rp140,32 miliar alias melambung 62,8 persen dari Rp86,18 miliar pada Semester I-2025. Sebaliknya, arus kas aktivitas investasi berbalik dari surplus Rp47,73 miliar menjadi defisit Rp294,36 miliar, terutama dipengaruhi penempatan uang muka pembelian aset sebesar Rp207,5 miliar.

Per 30 Juni 2026, total aset RMKE tercatat sebesar Rp3,48 triliun atau meningkat 22,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp2,84 triliun. Pertumbuhan aset ini terutama didorong kenaikan liabilitas yang membengkak 74,4 persen (y-t-d) menjadi Rp1,54 triliun akibat peningkatan utang obligasi jangka panjang. Adapun total ekuitas RMKE justru menurun 0,6 persen menjadi Rp1,95 triliun dari Rp1,96 triliun, antara lain dipengaruhi pembayaran dividen dan pembelian kembali saham (treasury stock). (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top