IDXCYCLIC Pimpin Penguatan Indeks Sektoral di Saat IHSG Melemah Tipis pada Sesi

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor barang konsumsi non-primer (IDXCYCLIC) memimpin penguatan indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin (3/8) Sesi I. Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level 6.234, mayoritas indeks sektoral terpantau mampu bertahan di zona hijau.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXCYCLIC ditutup melonjak 1,94 persen dan menjadi penguatan terbesar di antara indeks sektoral utama. Penguatan sektor ini ditopang peningkatan saham MAPI sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp29,7 triliun, yang melesat 15,11 persen.

Penguatan juga diikuti anak usahanya, MAPA sebagai pemilik market cap senilai Rp19,3 triliun, yang mengalami penguatan harga saham sebesar 4,62 persen. Adapun kenaikan harga saham tertinggi di IDXCYCLIC terjadi pada KDTN (+22,9%) dan diikuti MAPI (+15,11%).

Setelah IDXCYCLIC, posisi berikutnya ditempati indeks sektor barang konsumsi primer (IDXNONCYC) yang menguat 0,65 persen, dengan penguatan terbesar pada JELI (+10,3%) dan AGAR mengalami ARA (+9,5%). Penguatan juga dibukukan indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) sebesar 0,57 persen, dengan kenaikan tertinggi pada TALF (+19%) dan AYLS (+12,4%).

Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 0,47 persen, dengan penguatan terbesar pada JKON (+28,8%) dan KOKA (+7,8%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) bertumbuh 0,28 persen, dengan peningkatan tertinggi pada TMAS (+0,08%) dan SMDR (-0,7%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) meningkat 0,19 persen, dengan kenaikan tertinggi pada IATA (+25%) dan APEX (+10,7%).

Sementara itu, tekanan terhadap pergerakan indeks sektoral berasal dari indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) yang mencatat pelemahan terdalam, yakni sebesar 1,33 persen. Pelemahan dipengaruhi koreksi DCII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp436 triliun, yang mengalami penurunan harga saham sebesar 4,35 persen.

Berikutnya diikuti saham MLPT sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXTECHNO senilai Rp87,6 triliun, tercatat mengalami penurunan harga saham sebesar 2,86 persen. Adapun saham yang mengalami penurunan paling dalam di sektor ini adalah WGSH (-6,5%) dan diikuti DCII (-4,35%).

Pelemahan juga terjadi pada indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang menurun 0,88 persen, dengan koreksi paling tajam pada saham SRAJ (-4,8%) dan PRDL (-3,7%). Disusul indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) yang merosot 0,51 persen, dengan penurunan terdalam pada ASMI (-6,2%) dan SDRA (-4,3%).

Sementara itu, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 0,11 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham WIDI (-3,8%) dan BHIT (-3,8%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun tipis 0,06 persen, dengan koreksi paling besar terjadi pada MTLA (-7%) dan BAPI (-4,8%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top