Mayoritas Indeks Sektoral Menguat di Sesi I, IDXINDUST Naik 1,35% Saat IHSG Stagnan

Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (6/8) Sesi I. Sektor industri (IDXINDUST) memimpin penguatan, sedangkan sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks dengan pelemahan terdalam. Pada saat yang sama, IHSG ditutup stagnan di level 6.351 atau naik tipis 0,2 poin.

Berdasarkan data perdagangan di BEI, IDXINDUST mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,35 persen. Kenaikan ini didukung ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp205 triliun, yang sahamnya mengalami kenaikan sebesar 1 persen ke level 5.075.

Selain itu ASII, saham BNBR yang memiliki kapitalisasi pasar Rp29,2 triliun, harga sahamnya melonjak 9,9 persen ke level 111. Sementara itu, dua saham di IDXINDUST yang mengalami kenaikan harga paling tinggi tercatat pula saham BNBR (+9,9%) dan diikuti CTTH (+4,6%).

Selanjutnya setelah IDXINDUST, indeks sektor transportasi dan logisti (IDXTRANS) menguat 1,18 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham LOPI yang mengalami ARA (+9,4%) dan MIRA juga tercatat ARA (+8%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) naik 0,63 persen, dengan peningkatan tertinggi pada IATA (+19,8%) dan DWGL (+9,6%).

Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) menguat 0,17 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham OKAS (+8,4%) dan SOLA (+11,4%). Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 0,08 persen, dengan kenaikan tertinggi pada AGAR yang mengalami ARA (+9,6%) dan WMPP (+6,9%).

Adapun indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) juga tercatat menguat 0,08 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham TMPO (+26,8%) dan JGLE (+25,3%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat tipis 0,04 persen, dengan kenaikan terbesar pada JKON (+6%) dan PGEO (+5%).

Sementara itu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) memimpin pelemahan setelah menurun 1,13 persen ke level 1.494. Pelemahan ini sejalan dengan terkoreksinya SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp157 triliun, harga sahamnya menurun 1,15 persen ke level 12.850.

Selain SRAJ, saham KLBF sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp36,5 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 2,5 persen ke level 780. Adapun dua saham yang mengalami koreksi paling dalam di sektor ini adalah DGNS (-4,8%) dan KLBF (-2,5%).

Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menurun 0,35 persen, dengan pelemahan terbesar pada MCASH (-4,1%) dan MPIX (-3%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,1 persen, dengan penuruan terdalam pada PPRO (-5,9%) dan GRIA (4%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi 0,08 persen, dengan pelemahan terbesar pada ASBI (-5,9%) dan DEFI (-4,3%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top