IDXBASIC Anjlok 2,93% Tertekan Koreksi AMMN dan TPIA, IHSG Turun 1,13% ke 6.301

RollingStock.ID – Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/8), setelah anjlok 2,93 persen ke level 1.724. Pelemahan IDXBASIC turut dipengaruhi tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar di sektor tersebut di tengah IHSG yang berakhir melemah 1,13 persen ke level 6.301.
Berdasarkan data perdagangan di BEI, IDXBASIC tercatat melorot 2,93 persen, terutama dipengaruhi oleh adanya tekanan dari saham AMMN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp306 triliun, yang sahamnya terkoreksi 3,43 persen ke level 4.220.
Selain AMMN, saham TPIA sebagai konstituen dengan market cap terbesar kedua di IDXBASIC senilai Rp178 triliun, harga sahamnya menurun 4,63 persen ke posisi 2.060. Adapun dua saham yang mencatatkan koreksi paling dalam di sektor ini adalah ALKA (-7,4%) dan MBMA (-7,3%).
Setelah IDXBASIC, indeks sektor energi (IDXENERGY) mencatat penurunan 2,33 persen ke level 3.058. Pelemahan ini terjadi di saat BYAN sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp400 triliun, sahamnya melemah 0,21 persen ke level 12.000.
Saham DSSA yang merupakan konstituen dengan market cap terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp190 triliun, harga sahamnya menurun 1 persen ke level 990. Dua saham yang mengalami koreksi harga paling tajam di sektor ini adalah TAMU (-6,9%) dan DWGL (-6,3%).
Berikutnya, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) terkoreksi 2,31 persen ke level 1.551. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp194 triliun, harga sahamnya merosot 1,23 persen ke level 4.800. Lalu, UNTR dengan market cap Rp86 triliun, sahamnya melemah 0,97 persen ke level 23.075. Dua saham yang menurun terdalam di sektor ini, yaitu IMPC (-7%) dan PADA (-6%).
Indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) tercatat menurun 1,59 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham SHID (-9,8%) dan FILM (-8,8%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) melemah 1,33 persen, dengan penurunan terbesar pada TRUK yang mengalami ARB (-14,7%) dan TAXI (6,7%).
Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terkoreksi 1,21 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham AREA (-6,2%) dan BUKA (-5,1%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat melemah 1,06 persen, dengan penurunan terdalam pada saham TGUK (-7,3%) dan JELI (-5,2%).
Kemudian, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mengalami koreksi 0,93 persen, dengan penurunan paling tajam pada saham SILO (-3,3%) dan SIDO (-1,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menurun 0,88 persen, dengan pelemahan terbesar pada ARKO (-6,8%) dan HADE (-5,6%).
Sementara itu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 0,3 persen, dengan penurunan terdalam pada saham DART yang mencatatkan ARB (-15%) dan BIPP juga mengalami ARB (-14,9%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,21 persen, dengan pelemahan terbesar pada saham STAR (-9,5%) dan ASMI (-5,9%). (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary