21 Agustus 2026

Usai Dua Kali ARA, BYAN Buka Suara Soal Isu Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam

Patung “Banteng Wulung” di BEI – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menegaskan, pihaknya tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan 62,2 persen saham perseroan oleh pengusaha Syamsuddin Andi Arsyad alias Haji Isam. Klarifikasi emiten milik konglomerat Dato’ Low Tuck Kwong ini disampaikan usai rumor akuisisi BYAN oleh Haji Isam yang diikuti lonjakan harga saham hingga dua kali mencatatkan auto-rejection atas (ARA).

Pada perdagangan Selasa (18/8), saham BYAN melonjak hingga 20 persen ke posisi 17.275 yang sekaligus merupakan batas ARA untuk transaksi hari ini. Lonjakan lanjutan tersebut telah mendorong market cap emiten batubara ini menjadi Rp575 triliun atau terbesar kedua di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah BBCA.

Sebelumnya pada perdagangan Jumat (14/8), saham BYAN juga mencatatkan ARA dengan kenaikan sebesar 20 persen ke level 14.400. Dengan posisi saham yang saat ini bertengger di posisi 17.275, maka selama sepekan terakhir harga saham BYAN sudah melambung 43,66 persen.

Sementara itu emiten milik Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) pada perdagangan hari ini harga sahamnya juga kembali mencatatkan ARA atau menguat 24,88 persen ke level 2.510. Diikuti pula oleh PGUN dan ASLI yang kembali melanjutkan pola kenaikan, bahkan hari ini keduanya mencatatkan ARA atau masing-masing melonjak 19,93 persen dan 24,76 persen.

Hari ini saham TEBE pun kembali berhasil menggapai ARA dengan kenaikan 24,73 persen ke level 1.715, setelah pada Jumat pekan lalu (14/8) mencatatkan ARA alias melesat 25 persen ke posisi 1.375. Tidak ketinggalan pula dengan saham Haji Isam lainnya yang mengalami kenaikan, yaitu FAST (+10,88%) dan PACK (+9,46%).   

Penguatan sejumlah saham Haji Isam maupun BYAN tersebut berbarengan dengan berkembangnya market rumor terkait rencana Haji Isam yang akan mencaplok 62,2 persen saham BYAN. Spekulasi di pasar ini pun semakin diperkuat dengan adanya pertemuan Haji Isam dan Low Tuck Kwong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Sabtu (15/8).

Namun melalui surat BYAN kepada BEI tertanggal 18 Agustus 2026, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BYAN, Jenny Quantero menyampaikan klarifikasi bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Bayan Resources sebagaimana informasi yang beredar.

Secara khusus Jenny menyebutkan, sampai dengan tanggal surat ini tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam. Sejauh ini perseroan mengaku tidak memiliki informasi mengenai status rencana transaksi yang dimaksud.

Bahkan, Jenny menegaskan bahwa BYAN juga tidak mengetahui adanya pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi sebagaimana informasi yang beredar di publik. Selain itu, perseroan pun tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan maupun nilai transaksi yang dikaitkan dengan rumor pengambilalihan dan/atau akuisisi tersebut.

“Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan sehubungan dengan informasi tersebut, karena tidak terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh perseroan,” demikian disampaikan Jenny dalam surat resmi BYAN kepada BEI. (*)

1 thought on “Usai Dua Kali ARA, BYAN Buka Suara Soal Isu Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *