21 Agustus 2026

IRSX Mau Rights Issue 12,39 Miliar Saham, Investor Eksisting Dihantui Potensi Dilusi 66,67%

PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I) maksimum 12,39 miliar saham baru. Bagi investor eksisting yang tidak menebus haknya, maka pemegang saham IRSX ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 66,67 persen.

Berdasarkan keterangan resmi IRSX yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (18/8), saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp15 per lembar atau secara maksimal mewakili 66,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan PM-HMETD I alias rights issue.

Manajemen IRSX menyampaikan, penerbitan saham baru itu merupakan rencana yang harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 24 September 2026, serta masih menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan jumlah saham baru yang mencapai maksimal 12,39 miliar lembar, investor eksisting yang tidak menebusa HMETD akan menghadapi penurunan persentase kepemilikan hingga 66,67 persen setelah rights issue.

Selain menerbitkan saham baru, Folago juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.858.514.214 Waran Seri II. Setiap 100 saham baru hasil pelaksanaan rights issue akan melekat 15 Waran Seri II. Adapun setiap satu Waran Seri II memberikan hak untuk membeli satu saham baru IRSX.

Namun demikian, sejauh ini IRSX belum menentukan harga pelaksanaan Waran Seri II dan penetapannya akan akan dilakukan pada saat Pernyataan Pendaftaran PM-HMETD I kepada OJK. Selain itu, perseroan juga belum menetapkan harga pelaksanaan rights issue.

Manajemen IRSX mengungkapkan, jumlah saham yang diterbitkan akan bergantung pada kebutuhan dana dan harga pelaksanaan HMETD. Apabila terdapat perubahan jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan, perubahan tersebut akan diumumkan paling lambat bersamaan dengan iklan pemanggilan RUPS-LB.

Pada sisi penggunaan dana, manajemen IRSX menyampaikan bahwa dana hasil rights issue —setelah dikurangi biaya emisi— akan digunakan, untuk ekspansi dan pengembangan usaha. Dana ini akan dialokasikan untuk investasi dalam bentuk belanja modal (capex) maupun modal kerja (opex).

Sementara itu, dana hasil pelaksanaan Waran Seri II akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk modal kerja. Namun, keterangan resmi IRSX ini belum memuat rincian final mengenai proyek, investasi maupun besaran dana yang akan dialokasikan untuk masing-masing kebutuhan.

Manajemen IRSX berharap, pelaksanaan PM-HMETD I dan penerbitan Waran Seri II bisa memperbaiki struktur permodalan dan kondisi keuangan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, serta menyediakan pendanaan baru untuk mendukung ekspansi usaha emiten yang berada di bawah kendali PT Matra Tri Abadi ini. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *