INET Bidik Dana Investor Rp3,2 Triliun Lewat Rights Issue, Potensi Dilusi Capai 57,14%

inet4
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (SiNERGY NETWORKS) – (Foto: Milfah Sary/RS)

RollingStock.ID – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) akhirnya mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I) alias rights issue sebesar Rp3,2 triliun.

Berdasarkan Prospektus INET yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (23/12), tertera bahwa perseroan mendapatkan pernyataan efektif dari OJK atas rencana rights issue. Seperti diketahui, sebelumnya manajemen INET berharap bisa mendapatkan restu dari OJK pada 17 November 2025.

Pada rencana rights issue INET, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham baru bernilai nominal Rp10 per lembar atau 57,14 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PM-HMETD I.

Setiap pemegang tiga saham lama yang tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) INET pada 6 Januari 2026 berhak memperoleh empat HMETD. Adapun setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru seharga Rp250 per lembar. Melalui pelaksanaan PM-HMETD I ini, INET berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,2 triliun.

Bersamaan dengan penerbitan saham baru, INET juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.304.000.000 Waran Seri II atau sebesar 10,29 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PM-HMETD I. Waran ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif, dengan ketentuan setiap pelaksanaan 50 saham baru berhak atas sembilan Waran Seri II.

Setiap Waran Seri II memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru INET seharga Rp300 per saham, yang dapat dilaksanakan pada periode 13 Juli 2026-13 Juli 2028. Apabila tidak dilaksanakan hingga akhir masa berlaku, waran akan kedaluwarsa dan tidak memiliki nilai. Dari pelaksanaan seluruh Waran Seri II, INET berpotensi memperoleh dana tambahan Rp691,2 miliar.

Perlu diketahui, pemegang saham pengendali INET, yakni PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya sebanyak 7,15 miliar HMETD. Nilai pelaksanaan HMETD oleh AKUN mencapai sekitar Rp1,79 triliun.

Selain itu, AKUN juga bertindak sebagai pembeli siaga, yang siap menyerap sisa saham baru apabila tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD lainnya. Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 19 September 2025, AKUN bersedia membeli hingga 5,65 miliar saham dengan nilai maksimum sekitar Rp1,41 triliun.

Lebih lanjut manajemen INET mengungkapkan, aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat permodalan perseroan dan sekaligus memberikan fleksibilitas pendanaan untuk mendukung rencana pengembangan usaha ke depan.

Patut dicatat, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Januari 2026, sedangkan di pasar tunai pada 6 Januari 2026. Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 5 januari 2026 dan di pasar tunai pada 7 Januari 2026.

Tanggal pendistribusian SBHMETD pada 7 Januari 2026, pencatatan SBHMETD di BEI pada 8 Januari 2026, awal perdagangan SBHMETD pada 8 Januari 2026 dan akhir perdagangan SBHMETD pada 22 Januari 2026.

Adapun periode Pelaksanaan HMETD pada 8 Januari 2026-22 Januari 2026, periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD pada 12 Januari 2026-26 Januari 2026, akhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 23 Januari 2026 dan penjatahan atas pemesanan saham tambahan pada 26 Januari 2026.

Sementara itu, awal perdagangan Waran Seri II pada 12 Januari 2026, akhir perdagangan waran di pasar reguler dan negosiasi pada 11 Juli 2028 dan untuk pasar tunai pada 13 Juli 2028. Awal pelaksanaan Waran Seri II pada 13 Juli 2026, akhir pelaksanaan waran pada 13 Juli 2028 dan akhir masa berlaku waran pada 13 Juli 2028. (CR: Kafka D Eiren)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top