
RollingStock.ID – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa pada 19 Desember 2025 jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 20,13 juta investor atau tepatnya 20.129.679 investor. Capaian ini sekaligus menembus ambang 20 juta investor untuk pertama kali dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Menurut Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, jumlah tersebut tersebut mengalami peningkatan 35 persen dibandingkan setahun sebelumnya. “Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan partisipasi masyarakat yang semakin luas di pasar modal kita,” kata Samsul di saat perayaan ulang tahun ke-28 KSEI di Jakarta, Selasa (23/12).
Dalam lima tahun terakhir, ujar Samsul, jumlah investor pasar modal menunjukkan tren kenaikan secara konsisten, karena pada tahun 2020 jumlahnya masih 3,88 juta investor dan meningkat menjadi 7,49 juta pada 2021. Lalu bertambah menjadi 10,31 juta pada 2022 yang kemudian menjadi 12,17 juta pada 2023 dan mencapai 14,87 juta pada 2024.
Selain jumlah investor, KSEI juga mencatatkan total single investor identification (SID) per 19 Desember 2025 mencapai 24.925.649 SID atau bertumbuh 27 persen (year-on-year). “Perbedaan antara jumlah investor dan jumlah SID terjadi karena adanya irisan di antara investor saham dan reksa dana maupun SBN (Surat Berharga Negara),” ucap Samsul.
Dari total SID tersebut, investor reksa dana yang tercatat dalam sistem S-INVEST per 19 Desember 2025 mencapai 18.990.746 SID atau meningkat 35 persen dibandingkan 2024. S-INVEST merupakan kepanjangan dari Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu, yaitu sistem yang digunakan KSEI untuk pencatatan kepemilikan dan transaksi reksa dana dan produk investasi berbasis dana lainnya.
Sementara itu, jumlah investor yang tercatat dalam sistem C-BEST mencapai 8.504.076 SID atau bertumbuh 33 persen secara tahunan. C-BEST merupakan singkatan dari Central Depository and Book-Entry Settlement System, yaitu sistem utama KSEI untuk pencatatan dan penyelesaian transaksi Efek seperti saham dan obligasi korporasi.
Adapun investor Surat Berharga Negara (SBN) per 19 Desember 2025 tercatat sebanyak 1.405.712 SID atau mengalami kenaikan 17 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Samsul menilai, pertumbuhan jumlah investor dan SID tersebut mencerminkan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat, yang didukung kemudahan akses investasi melalui teknologi digital. (Milfah Sary)
