Harga Minyak Jatuh Lebih 2%, Pasar Dibayangi Surplus Global dan Isu Damai Ukraina

trump

RollingStock.ID – Harga minyak ditutup melemah lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat (26/12), ketika investor menimbang risiko kelebihan pasokan global. konsentrasi pasar juga tertuju pada potensi kemajuan perundingan damai Ukraina menjelang pertemuan akhir pekan antara Presiden Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, harga minyak mentah Brent ditutup merosot 2,57 persen menjadi USD60,64 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 2,76 persen menjadi US$56,74 per barel.

Pelemahan terjadi meskipun gangguan pasokan sempat mendorong harga bangkit dalam beberapa sesi terakhir dari posisi terendah hampir lima tahun pada 16 Desember. Secara tahunan, harga minyak masih berada di jalur pelemahan yang mencatatkan penurunan terdalam sejak 2020.

Sepanjang tahun ini, Brent anjlok hingga 19 persen dan WTI melorot 21 persen. Penurunan tersebut terjadi di tengah peningkatan produksi minyak mentah global yang memicu kekhawatiran kelebihan pasokan menjelang tahun 2026.

Analis Aegis Hedging menyatakan, premi geopolitik memang memberi dukungan jangka pendek bagi harga. Namun, faktor tersebut belum mengubah narasi fundamental terkait surplus pasokan minyak global.

Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan pasar minyak Desember 2025 memperkirakan, pasokan minyak global tahun depan akan melampaui permintaan sebanyak 3,84 juta barel per hari. Proyeksi ini dinilai semakin membebani sentimen di pasar komoditas energi.

Investor juga mencermati perkembangan proses perdamaian Rusia-Ukraina. Kesepakatan damai berpotensi membuka jalan bagi pencabutan sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia.

Zelenskiy dijadwalkan bertemu dengan Trump di Florida pada hari ini waktu setempat, untuk membahas isu teritorial yang menjadi hambatan utama perundingan. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kerangka perdamaian 20 poin dan kesepakatan jaminan keamanan yang dilaporkan hampir rampung.

Zelenskiy mengatakan, banyak keputusan dapat diambil sebelum Tahun Baru. Dia juga menyatakan kepada Axios terkait kesediaannya menggelar referendum perihal kerangka perdamaian jika Rusia menyetujui gencatan senjata.

Kremlin menyebut seorang penasihat kebijakan luar negeri Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara dengan anggota pemerintahan AS. Kontak tersebut terjadi setelah Moskow menerima proposal AS terkait kemungkinan kesepakatan damai Ukraina.

Bagi pasar minyak, tekanan negatif dinilai masih dominan. Dennis Kissler dari BOK Financial mengungkapkan, tingginya level penyimpanan minyak global dan keterbatasan kemajuan perundingan damai tetap menekan harga.

Pada sisi lain, Gedung Putih memerintahkan militernya untuk memfokuskan perhatian pada “karantina” minyak Venezuela, setidaknya selama dua bulan ke depan. Langkah ini mengindikasikan adanya penggunaan tekanan ekonomi terhadap Caracas.

Kissler menilai, dampak global kebijakan tersebut terhadap harga minyak masih terbatas. Analis Aegis Hedging menyebutkan, secara umum pasar tetap berfokus pada peningkatan surplus minyak global. (Kafka D Eiren)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top