PTRO Lapor, Kontrak Life of Mine Sebesar Rp17,4 Triliun Mulai Jalan

ptro

RollingStock.ID – PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat kemajuan signifikan pada lini bisnis jasa pertambangan melalui pelaksanaan kontrak jasa pertambangan jangka panjang (life of mine) dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang berlokasi di Kapuas, Kalimantan Tengah.

Menurut Presiden Direktur PTRO, Michael di Jakarta, Senin (29/12), sejak dimulai pada 13 Agustus 2024, perseroan telah merealisasikan kegiatan pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) lebih dari 7,2 juta bank cubic meter (BCM).

Aktivitas emiten miliki taipan Prajogo Pengestu tersebut menandai fase awal eksekusi dari kontrak bernilai estimasi sekitar Rp17,4 triliun. Kontrak jasa pertambangan ini mencakup pekerjaan pengupasan overburden dengan estimasi volume 234,9 juta BCM dan target produksi batubara mencapai 26 juta ton sepanjang usia tambang.

Michael menyebutkan, struktur kontrak berbasis life of mine memberikan kepastian volume pekerjaan dan visibilitas pendapatan jangka panjang bagi PTRO, seiring dengan pengembangan konsesi tambang milik Petrindo Group. Selain itu, perseroan juga aktif mendukung kinerja anak-anak usaha pertambangan di dalam grup, termasuk PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Seperti diinfromasikan sebelumnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berencana mengakuisisi SINI. Setelah akuisisi tersebut rampung, maka CUAN menjadi pemegang saham pengendali (PSP) perusahaan milik pengusaha Hapsoro “Happy” Sukmonohadi tersebut.

Secara konsolidasi, grup akan memiliki portofolio cadangan batubara mencapai 378 juta ton yang terdiri dari thermal coal dan metallurgical coal, yang menempatkan CUAN sebagai salah satu pemain tambang batubara terbesar di Indonesia.

Sebagai bagian dari pengembangan proyek terintegrasi, PTRO melalui entitas patungan PT Lintas Kelola Bersama (LKB), yang dimiliki 51 persen oleh perseroan dan sebesar 49% oleh PBP, sedangkan menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan tambang (hauling road). Jalan tambang yang dikelola LKB memiliki total panjang 29,6 kilometer yang terbagi ke dalam enam segmen, dengan pelaksanaan konstruksi sepenuhnya dilakukan oleh PTRO.

“Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan,” ujar Michael.

Dengan rekam jejak lebih dari lima dekade, lajut Michael, PTRO terus memperkuat posisi sebagai perusahaan multidisiplin yang menyediakan layanan terpadu dari hulu ke hilir, mulai dari EPC, jasa pertambangan, EPCI lepas pantai hingga logistik, serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania. (CR: Kafka D Eiren)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top