RSGK Baru Bisa Penuhi Aturan Free Float pada Juni 2026, Suspensi Berlanjut

rsgk

RollingStock.ID – Hingga tahun 2025 berakhir, pemegang saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) belum ada yang berkeinginan untuk melakukan divestasi, padahal Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun aturan yang berlaku memerintahkan perseroan untuk memenuhi ketentuan free float minimal 7,5 persen.

Berdasarkan laporan resmi RSGK kepada BEI tertanggal 31 Desember 2025, manajemen perseroan masih melakukan pendekatan kepada sejumlah pemegang saham dalam rangka membahas pemenuhan ketentuan saham beredar (free float) sebagaimana dipersyaratkan BEI.

Langkah yang ditempuh emiten pengelola RS Grha Kedoya ini merupakan bagian dari progres realisasi rencana pemulihan atas kondisi yang menyebabkan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham RSGK selama 11 bulan terakhir.

Manajemen perusahaan yang tergabung di dalam Emtek Group ini menyebutkan bahwa RSGK sudah menjalin komunikasi dan pembahasan dengan beberapa pemegang saham terkait kewajiban pemenuhan ketentuan free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A, khususnya ketentuan V.1.1 dan/atau V.1.2.

Sayangnya, hingga akhir Desember 2025 tahapan ini baru mencapai realisasi sebesar 50 persen. Emiten di bawah kendali PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) ini mengklaim bahwa pendekatan kepada para pemegang saham RSGK tersebut dilakukan secara intensif sebagai upaya mendorong dilakukannya divestasi saham.

Sekadar informasi, saat ini SAME memiliki 79,84 persen saham RSGK, sedangkan PT Bestama Medikacenter Investama menggenggam 13,13 persen dan Komisaris Hungkang Sutedja mengempit 1,53 persen. Sementara itu, kepemilikan investor publik di RSGK hanya 5,5 persen atau berada di bawah batas minimal saham free float sebesar 7,5 persen.

Namun demikian, manajemen RSGK berjanji kepada BEI bahwa penyelesaian tahapan untuk memenuhi ketentuan free float pada Juni 2026. Selain itu, perseroan mengaku, pembahasan internal yang melibatkan Direksi dan Dewan Komisaris , —termasuk penjajakan terhadap calon pemegang saham yang direncanakan dapat melakukan divestasi— telah sepenuhnya direalisasikan. (Milva Sary)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top