
RollingStock.ID – Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menyoroti adanya anomali valuasi di Bursa Efek Indonesian (BEI), lantaran terdapat sejumlah emiten yang memiliki price to earnings ratio (PER) mencapai ratusan hingga ribuan kali.
Hashim menilai, kondisi tersebut perlu menjadi sinyal adanya bahaya bagi para pelaku pasar, karena anomali yang tidak masuk akal harus diwaspadai, mengingat bursa hanya bisa berjalan dengan baik apabila ada kepercayaan dan kredibilitas.
“Ketika ada perusahaan dengan rasio PE 167, bahkan 900, bahkan 1.200, bahkan 4.000, jelas ada sesuatu yang salah,” tegas Hashim di Gedung BEI Jakarta, Rabu (11/2).
Dia juga menyinggung peristiwa yang terjadi di pasar saham Indonesia pada akhir Januari dan awal Februari 2026 pasca MSCI menunda perubahan indeks saham Indonesia. Menurut Hashim, sikap lembaga penyedia indeks global tersebut menjadi topik hangat dan berkaitan dengan persoalan transparansi.
Lebih lanjut Hashim menyatakan, pada peristiwa itu ada beberapa pihak diminta mengundurkan diri. “Kita semua tahu apa yang terjadi. Ada alasannya, karena tidak ada transparansi dan pasar menjadi tidak transparan,” jelasnya.
Hashim mengaku, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap kejadian tersebut, terutama karena berdampak pada investor ritel. “Presiden Prabowo sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu. Dan banyak investor ritel yang dirugikan,” ungkap Hashim.
Dia menyampaikan, saat ini pemerintah bertekad untuk menjaga kredibilitas pasar saham dan akan melakukan pengawasan serta pemantauan secara ketat guna memastikan investor terlindungi dan integritas bursa saham Indonesia tetap terjaga. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
