
RollingStock.ID – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) diagendakan mencatatkan surat utang sebesar Rp500 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan mendatang, yang perolehan dananya akan dimanfaatkan untuk refinancing atas utang sebelumnya.
Berdasarkan prospektus TOBA terkait rencana penerbitan surat utang, pada 23 Januari 2026 emiten di bawah kendali Highland Strategic Holdings Pte Ltd ini akan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II-2026 sebesar Rp500 miliar, setelah menyelesaikan masa penawaran umum pada 15 Januari 2026.
Sekadar mengingatkan, pada program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) atas Obligasi Berkelanjutan I, TOBA menargetkan penghimpunan dana mencapai Rp800 miliar. Sebelumnya perseroan telah mendistribusikan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2025 sebesar Rp125 miliar.
Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II-2026 dengan peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tersebut, surat utang ini terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A senilai Rp100 miliar bertenor tiga tahun dan tingkat bunga sebesar 7,25 persen per tahun.
Sementara itu, Seri B sebesar Rp175 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 8 persen per tahun dan Seri C mencapai Rp225 miliar berjangka waktu selama tujuh tahun dengan tingkat bunga sebesar 8,65 persen per tahun.
Pendistribusian obligasi secara elektronik (Tanggal Emisi) direncanakan berlangsung pada 22 Januari 2026. Pada aksi korporasi ini manajemen TOB menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sucor Sekuritas.
Rencananya, sebesar Rp400,93 miliar dana hasil penerbitan obligasi —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok Obligasi I Tahun 2023 Seri A yang akan jatuh tempo pada 3 Maret 2026. Sebelumnya dana dari penerbitan Obligasi I-2023 ini digunakan TOBA untuk membayar utang ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Selanjutnya, sebesar Rp46,39 miliar akan digunakan untuk sebagai setoran modal kepada anak usaha TOBA, PT Trisensa Mineral Utama (TMU), sedangkan sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perseroan. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
