
RollingStock.ID – PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana aksi korporasi besar yang melibatkan akuisisi entitas bisnis dan aset milik Tjokro Group dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp700 miliar. Klarifikasi ini menyusul permintaan penjelasan BEI atas keterbukaan informasi yang diumumkan perseroan sebelumnya.
Berdasarkan keterangan manajemen GPSO, Jakarta, Senin (2/2), rencana tersebut diawali dengan penandatanganan Kesepakatan Induk pada 20 Januari 2026 bersama PT Morita Tjokro Gearindo, PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo dan PT Jaya Indah Casting. Melalui kesepakatan ini, perseroan akan mengakuisisi 99,9 persen saham PT Pulogadung Tempajaya, PT Tjokro Bersaudara Komponenindo dan PT Jakarta Marten Logamindo.
Manajemen GPSO menilai, aksi korporasi ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan, termasuk peningkatan laba dan peluang pembagian dividen yang lebih optimal. Manajemen menyatakan, konsolidasi tersebut diharapkan membentuk rantai pasok yang lebih solid, sehingga mampu menciptakan efisiensi operasional, stabilitas usaha dan pertumbuhan berkelanjutan.
Selain akuisisi saham, GPSO juga berencana menguasai hak pengelolaan aset berupa tanah dan bangunan pabrik di kawasan industri Jababeka dan EJIP. Aset-aset tersebut diproyeksikan menghasilkan pendapatan sewa tetap dengan tingkat imbal hasil sekitar 5-10 persen per tahun.
Terkait rencana ke depan, GPSO sedang mengkaji berbagai opsi pendanaan untuk merealisasikan transaksi, termasuk melalui mekanisme rights issue menggunakan skema inbreng saham atau alternatif pendanaan lain. Perseroan berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan regulator pasar modal, termasuk pelaksanaan penilaian kewajaran transaksi. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
