
RollingStock.ID – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen, meskipun pertumbuhan ekonomi di Tahun Fiskal 2025 tercatat masih terbatas.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, RDG-BI yang digelar pada 20-21 Januari 2026 telah memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, dengan suku bunga deposit facility juga tetap 3,75 persen dan suku bunga lending facility bertahan di 5,5 persen.
Keputusan mempertahankan BI Rate tersebut dinilai bank sentral, cukup konsisten untuk menjaga stabilitasi nilai tukar rupiah dari dampak ketidakpastian global. Selain itu juga untuk mencapai target sasaran inflasi 2026-2027 di tengah realisasi pertumbuhan ekonomi yang masih terbatas pada angka 5 persen.
“Ke depan Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan mikroprudensial yang telah ditempuh selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga lebih lanjut,” kata Perry dalam konferensi pers di secara virtual, Rabu (21/1).
Dia memperkirakan, pada kurun 2026-2027 tingkat inflasi tetap terkendali dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen. Ke depan, lanjut Perry, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh, dengan tetap mencermati peluang penurunan suku bunga lanjutan.
Sebagai catatan, BI telah memangkas suku bunga acuan secara agresif dengan total penurunan mencapai 150 basis poin di sepanjang September 2024-September 2025. Sayangnya, dengan laju pertumbuhan ekonomi Kuartal III-2025 yang sebesar 5,04 persen, dampak pelonggaran itu dinilai belum sepenuhnya mendorong akselerasi ekonomi. (*)
Penulis: Satya Darmawan
Editor: Milva Sary
