
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp3,14 triliun atau berbanding terbalik dengan kondisi bottom line di Tahun Buku 2024 yang menderita rugi bersih Rp1,55 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan BUKA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten yang berada di dalam jaringan bisnis Emtek Group ini mencatatkan pendapatan bersih mencapai Rp6,51 triliun pada 2025 alias melonjak 46 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp4,46 triliun.
Seiring dengan peningkatan kinerja di area top line tersebut, beban pokok pendapatan emiten e-commerce ini ikut meningkat 60 persen (year-on-year) menjadi Rp5,99 triliun. Sementara itu di sepanjang 2025, BUKA tercatat bisa meraih laba usaha Rp2,42 triliun atau berbalik dari rugi usaha Rp2,51 triliun pada 2024.
Perbaikan tersebut terutama didorong pengakuan laba nilai investasi (neto) sebesar Rp2,37 triliun pada 2025 atau berbanding terbalik dengan kondisi di Tahun Buku 2024 yang mengalami rugi nilai investasi (neto) mencapai Rp1,54 triliun. Perubahan signifikan pada pos ini menjadi faktor utama yang mengangkat kinerja operasional BUKA dari posisi rugi menjadi laba.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Kreatif Media Karya ini membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp3,16 triliun atau berbanding berbalik dengan periode Januari-Desember 2024 yang mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan Rp1,53 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp15,23 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan Bukalapak menjadi Rp3,15 triliun, berbalik dari rugi tahun berjalan Rp1,55 triliun pada 2024. Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp3,14 triliun.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas BUKA per 31 Desember 2025 tercatat Rp25,31 triliun atau bertumbuh 6,8 peren dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp23,7 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp717,3 miliar atau bisa ditekan 34,4 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp592,52 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Muhamad Fajrin Rasyid dan Achmad Zaky Syaifudin ini mencapai Rp26,03 triliun atau meningkat 5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp16,21 triliun alias melonjak 44,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp11,23 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
