
RollingStock.ID – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VIII (PM-HMETD VIII) alias rights issue dengan menerbitkan maksimal 24 miliar saham baru.
Berdasarkan keterangan MPPA yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (19/2), sebanyak 24 miliar saham baru tersebut bernilai nominal Rp50 per lembar. Anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL) menyampaikan, dana hasil rights issue akan dimanfaatkan untuk mengakuisisi enam aset properti berupa tanah dan bangunan, serta modal kerja maupun penyertaan modal ke entitas usaha perseroan.
Manajemen MPPA menyebutkan, apabila pada aksi korporasi ini terdapat sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD, maka akan dialokasikan terlebih dahulu kepada pemegang saham yang melakukan pemesanan tambahan. Ketentuan final PM-HMETD VIII, termasuk harga pelaksanaan dan jumlah saham yang diterbitkan akan diungkapkan dalam prospektus.
Pemegang saham utama, yakni MLPL telah menyatakan kesiapannya untuk menebus seluruh HMETD yang menjadi haknya. Jika setelah alokasi pemesanan tambahan masih terdapat sisa saham, Multipolar akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil bagian atas sebagian sisa saham tersebut secara tunai dengan jumlah sebanyak-banyaknya 7.566.400.000 saham.
Rencana pelaksanaan PM-HMETD VIII baru bisa dilakukan setelah emiten pemilik brand Hypermart ini mendapatkan persetujuan RUPS Luar Biasa yang dijadwalkan pada 30 Maret 2026, serta ada pernyataan efektif dari OJK. Jangka waktu antara persetujuan RUPS hingga efektifnya pernyataan pendaftaran direncanakan tidak lebih dari 12 bulan.
Adapun enam aset properti yang akan diakuisisi emiten milik Lippo Group ini meliputi bangunan seluas 16.138 meter persegi di Mall City of Tomorrow Surabaya milik PT Citra Cito Perkasa; tanah seluas 6.704 meter persegi dan bangunan seluas 15.848 meter persegi di Gresik milik PT Panca Megah Utama; tanah seluas 8.001 meter persegi dan bangunan seluas 26.657 meter persegi di Bogor milik PT Surya Asri Lestari.
Selanjutnya, tanah seluas 1.658 meter persegi dan bangunan seluas 5.382 meter persegi di Yogyakarta milik PT Nusa Malioboro Indah; tanah seluas 38.169 meter persegi di Kawasan Industri Graha Balaraja Kabupaten Tangerang milik PT Balaraja Sentosa; serta tanah seluas 2.056 meter persegi dan bangunan seluas 1.659 meter persegi di Bogor milik PT Surya Asri Lestari.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, total aset MPPA sebesar Rp3,59 triliun. Masing-masing rencana penggunaan dana untuk pembelian keenam aset tersebut tidak melebihi 10 persen dari total aset perseroan, sehingga bukan merupakan transaksi material. Setiap transaksi berdiri sendiri dan bukan merupakan rangkaian transaksi yang saling bergantung. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
