Capex dan Pertumbuhan Produksi Dorong Kinerja ENRG, TP Dipatok Rp2.140

enrg
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Verdhana Sekuritas Indonesia memutuskkan untuk mempertahankan rekomendasi “Buy” atas saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan target price (TP) sebesar Rp2.140 per saham.

Mengacu pada hasil analisis terbaru dari Tim Riset Verdhana yang dikutip Sabtu (21/2) ENRG menunjukkan kemajuan signifikan untuk pertumbuhan multi-years, lantaran didukung penguatan profil laba dari penemuan cadangan baru di Sengkang dan peningkatan kontribusi lapangan Bentu.

Prospek positif kinerja ENRG tersebut memicu Tim Riset Verdhana untuk mematok TP saham perusahaan di bidang produksi dan penyulingan migas ini di level 2.140. Pada penutupan perdagangan Jumat (20/2) saham ENRG terpantau bertengger di level 1.690, sehingga saat ini ada potensi upside mencapai 26,63 persen.

Menurut analis Verdhana, Michael Wildon NG, penetapan TP itu sejalan dengan peningkatan proyeksi kinerja dan ekspektasi pertumbuhan jangka menengah-panjang emiten di jaringan bisnis Bakrie Group ini. Penetapan TP 2.140 didasari target kelipatan EV/EBITDA sebesar 9,5x untuk Tahun Buku 2026 dan sebesar 8x di 2027 alias meningkat dibanding rata-rata historis 6x-6,1x di periode 2026-2027.

Michael menyampaikan, produksi gas Bentu —kontributor aset terbesar ENRG, diproyeksikan meningkat ke kisaran 86-90 mmscfd di 2026, didukung penemuan sumur baru dan tambahan fasilitas kompresi. Sementara itu di Sengkang, temuan baru dengan hasil uji 25-36 mmscfd dan potensi aliran terbuka absolut hingga 120 mmscfd menjadi tambahan katalis bagi ENRG.

Selain itu, lanjut dia, aliran kondensat baru dari fasilitas CEN dan North Segat Deep diperkirakan bakal meningkatkan porsi cairan bermargin lebih tinggi dari sumur pada Semester I-2026. Seperti diketahui, ENRG juga merencanakan program pengeboran masif hingga 30 sumur eksplorasi dan sebanyak 130 sumur pengembangan di periode 2025-2030.

Setelah mencatatkan tingkat keberhasilan hingga 100 persen atas empat sumur temuan di 2025, ENRG akan menambah sembilan sumur eksplorasi pada tahun ini. Belanja modal (capex) tahunan untuk eksplorasi dan pengembangan diproyeksikan mencapai USD200 juta sampai USD230 juta atau melonjak dibandingkan rata-rata historis lima tahun terakhir senilai USD170 juta.

Pada lapangan Gebang dan Kangean, sejauh ini juga disebut-sebut sebagai aset jangka menengah utama, dengan proyeksi produksi masing-masing mencapai 60 mmscfd di 2027 dan sebesar 300 mmscfd pada 2030.

Untuk Tahun Buku 2026 dan 2027, kata Michael, Verdhana merevisi asumsi laba ENRG masing-masing sebesar 5 persen dan 4 persen, serta menyesuaikan asumsi harga minyak menjadi USD68 per barel di 2026 dan USD67 per barel pada 2027. Proyeksi produksi Sengkang dan Malacca pun ikut direvisi, dengan memasukkan tambahan produksi minyak dari Bentu mulai Tahun Buku 2026.

“Kami menilai ENRG berada pada jalur yang tepat untuk mencapai pertumbuhan produksi organik sebesar 10 persen hingga Tahun Buku 2030. Terdapat ruang untuk efisiensi operasional, khususnya pada proyek Siak dan Kampar, dengan target penurunan tren biaya pengangkatan menjadi di bawah USD12 per barel setara minyak (boe),” papar Michael.

Secara jangka panjang, ENRG akan memanfaatkan kombinasi arus kas operasional, pinjaman bank dan penerbitan obligasi rupiah (termasuk program shelf-registered senilai Rp4 triliun) untuk mendukung siklus investasi serta menjaga fleksibilitas neraca. Penerbitan awal sebesar Rp500 miliar, dengan peringkat idA+ (Single A Plus dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang dananya akan digunakan untuk refinancing dan membiayai modal kerja. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top