Neraca MEJA Jelang Akuisisi Perusahaan Tambang Batubara Rp1,6 Triliun

batubara3

RollingStock.ID – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengaku akan melakukan ekspansi ke sektor pertambangan batubara melalui rencana akuisisi 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa senilai Rp1,6 triliun, setara 1.888 persen atau 18,9 kali ekuitas perseroan yang senilai Rp84,73 miliar.

Sekadar informasi, laporan keuangan MEJA yang terakhir diserahkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sudah dipublikasikan adalah kinerja keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025. Perusahaan dekorasi interior dan produsen furnitur ini belum mempublikasikan laporan keuangan untuk periode 30 September 2025.

Per 30 Juni 2025, jumlah ekuitas MEJA senilai Rp84,73 miliar atau naik 1,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp83,74 miliar. Adapun saldo laba perseroan hingga akhir Semester I-2025 tercatat Rp11,33 miliar atau lebih tinggi 14 persen (year-to-date).

Sampai akhir September 2025, total liabilitas MEJA terpantau bisa ditekan 17,1 persen (y-t-d) menjadi Rp22,35 miliar, namun masih didominasi oleh kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp20,6 miliar.

Dengan demikian, total aset per 30 Juni 2025 tercatat Rp107,08 miliar atau menurun 3,3 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas Rp31,56 miliar atau meningkat 4,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp30,12 miliar. Peningkatan kas ini ditopang arus kas bersih dari aktivitas operasi 1H25 sebesar Rp12,79 miliar.

Pada sisi income statement, selama enam bulan pertama di 2025 total pendapatan MEJA Rp31,07 miliar atau bertumbuh 36,9 persen (year-on-year). Namun laba bersih di Semester I-2025 tercatat anjlok 58,5 persen (y-o-y) menjadi Rp988,78 juta, lantaran tergerus lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 67,6 persen (y-o-y) menjadi Rp23,28 miliar.

Sebelumnya, PT Triple Berkah Bersama sebagai pemegang saham pengendali MEJA menyampaikan bahwa perseroan akan mengakuisisi 45 persen saham milik pemegang saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa atau senilai Rp1,6 triliun, yang pembayarannya akan dilakukan secara bertahap.

Direktur Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli menyampaikan, rencana akuisisi tersebut sudah melewati fase penandatanganan perjanjian bersyarat dengan pemegang saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa. Perusahaan ini disebut Noprian, memiliki aset batubara skala besar di Sumatera Selatan dengan luas konsesimencapai 11.640 hektare.

Secara finansial, rencana akuisisi perusahaan tambang batubara mencapai Rp1,6 triliun akan berat bagi MEJA jika hanya mengandalkan neraca internal. Kecuali, transaksi ini dirancang dengan rekayasa struktur pendanaan agresif dan pembayaran bertahap, serta perseroan tidak berdiri sendiri untuk rencana akuisisi bernilai jumbo.

Berdasarkan praktik secara umum, nilai akuisisi sebesar Rp1,6 triliun biasanya dilakukan oleh emiten dengan nilai ekuitas setidaknya Rp3 triliun hingga Rp5 triliun atau arus kas bersih dari operasi mencapai ratusan miliar rupiah per tahun. (Satya Darmawan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top