
RollingStock.ID – Sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, resmi menginjak fase baru, setelah lebih dari setahun dalam tahap pembentukan. Lembaga pengelola investasi negara ini mulai menyiapkan dana USD12 miliar untuk disalurkan ke berbagai proyek strategis, sehingga menandai permulaan era eksekusi dan investasi berskala besar.
Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip Jumat (23/1), Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patri Sjahrir menyatakan bahwa percepatan tersebut akan diawali dengan penerbitan obligasi domestik Rp20 triliun. Instrumen yang dikenal sebagai obligasi patriot itu akan segera diluncurkan dan berpotensi diikuti penerbitan lanjutan.
“Ini akan menjadi tahap awal dan setelah itu akan terus berkembang,” ujar pandu Sjahrir di sela pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss ketika mengonfirmasi laporan Bloomberg News yang terbit awal bulan ini.
Pandu Sjahrir menyebutkan, dana yang disiapkan itu ditargetkan untuk menyalurkan hampir Rp200 triliun ke berbagai proyek, investasi langsung dan pasar publik, dengan sebagian realisasi telah berjalan. “Ini adalah awal dari era penyaluran investasi,” ucapnya.
Danantara melapor langsung kepada presiden dan diposisikan sebagai instrumen utama negara untuk menarik modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang pada 2025 mencatatkan pertumbuhan relatif moderat. Pada Kuartal I-2026, fokus investasi diarahkan ke sektor kesehatan, energi dan hilirisasi energi terbarukan, yang disebut Pandu Sjahrir sebagai prioritas utama dalam agenda presiden.
Meski tidak merinci secara detail seluruh sumber pendanaan, Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa Danantara menerima lebih dari USD5 miliar dividen tahunan dari BUMN, sebagian di antaranya mengalir ke unit investasi yang dia pimpin. Pada 2025, unit ini juga berhasil menghimpun USD3,6 miliar melalui penerbitan perdana obligasi patriot, serta mengantongi persetujuan fasilitas kredit sindikasi tanpa jaminan sebesar USD1 miliar dari perbankan luar negeri.
Saat ini, Danantara telah mulai berinvestasi di saham domestik dan obligasi pemerintah, sembari menyeleksi manajer investasi eksternal untuk penempatan dana di pasar publik dan privat luar negeri pada paruh kedua 2026. Strategi tersebut turut mempertimbangkan dinamika dan pergeseran likuiditas global, termasuk di China, Jepang dan Korea Selatan.
Langkah ekspansi juga dilakukan ke luar negeri, Danantara mencatat investasi internasional pertamanya di Arab Saudi. Rencananya akan mengalokasikan setidaknya USD1 miliar untuk pengembangan aset perhotelan dan properti yang menyasar jamaah Indonesia yang menunaikan ibadah haji dan umrah.
Pada Desember 2025, Danantara sudah mengumumkan akuisisi sebuah hotel dan saat ini sedang mengajukan penawaran untuk lahan di sekitarnya. “Kami sangat agresif mencari peluang investasi lahan di Mekkah dan kawasan sekitarnya,” kata Pandu Sjahrir. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
