
RollingStock.ID – Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa dan menyentuh level tertinggi dalam sepekan, seiring pernyataan bernada dovish dari sejumlah pejabat Federal Reserve AS yang memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Berdasarkan laporan Reuters dari Bengaluru, Selasa (6/1), emas spot tercatat meningkat 0,5 persen menjadi USD4.469,96 per ons pada pukul 12.34 WIB, setelah melonjak hampir 3 persen pada sesi sebelumnya.
Penguatan tersebut melanjutkan tren reli logam mulia tersebut setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di posisi USD4.549,71 per ons pada 26 Desember. Sepanjang 2025, harga emas membukukan kinerja tahunan terbaik sejak 1979 dengan lonjakan mencapai 64 persen.
Sejalan dengan itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Februari 2026 menguat 0,7 persen ke level USD4.481,30 per ons. Kepala Makro Tastylive, Ilya Spivak menilai, komentar pejabat The Fed telah memberikan sentimen positif bagi pasar, meski belum sepenuhnya mengubah perhitungan investor.
Menurut dia, perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada rilis laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan pada Jumat pekan ini. Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, sebelumnya menyampaikan bahwa inflasi menunjukkan tren penurunan secara bertahap.
Namun demikian, dia juga mengingatkan adanya risiko kenaikan tingkat angka pengangguran, yang berpotensi meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga acuan. Saat ini, investor memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga Fed Funds Rate di sepanjang 2026.
Selain faktor moneter, sentimen geopolitik turut menopang harga emas. Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah atas dakwaan narkotika setelah penangkapannya olehh Presiden AS, Donald Trump mengguncang para pemimpin dunia dan mendorong pejabat di Caracas untuk mengonsolidasikan kembali kekuatan mereka.
Spivak menilai, penculikan Maduro tersebut mencerminkan semakin lebarnya keretakan hubungan antara AS dan China, sekaligus memperkuat tren deglobalisasi yang sedang berlangsung, kondisi yang meningkatkan daya tarik aset safe-haven seperti emas.
Aset yang tidak memberikan imbal hasil, termasuk emas, cenderung berkinerja positif dalam lingkungan suku bunga rendah serta di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Sentimen serupa juga mendorong reli logam mulia lainnya, seperti harga perak spot melambung 3,5 persen ke USD79,18 per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD83,62 pada 29 Desember. Sepanjang 2025, perak mencatat kenaikan tahunan sebesar 147 persen atau melampaui kinerja emas dan menjadi pencapaian terbaiknya sepanjang sejarah.
Adapun harga platinum spot menguat 2,8 persen menjadi USD2.334,25 per ons, setelah sempat melonjak lebih dari 5 persen pada awal sesi dan menyentuh level tertinggi sepekan. Kondisi menyusul rekor sepanjang masa di USD2.478,50 per ons pada pekan sebelumnya. Sementara itu, paladium diperdagangkan naik 1,9 persen ke level USD1.739,25 per ons. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
