
RollingStock.ID – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menargetkan kinerja positif di 2026 dengan mengandalkan ekspansi bisnis digital sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan non-batubara.
Berdasarkan surat resmi DSSA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 14 Januari 2026, optimisme emiten batubara tersebut akan didukung rencana merger antara anak usaha perseroan, PT Eka Mas Republik dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).
Penggabungan anak usaha pemilik merek dagang MyRepublic (MyRep) ini diharapkan mampu memperkuat skala bisnis digital dan bisa meningkatkan kontribusi arus kas non-batubara DSSA.
Melalui keterangannya kepada BEI, emiten yang tergabung di jaringan bisnis Sinar Mas Group ini optimistis terhadap prospek kinerja secara keseluruhan di sepanjang 2026, Bahkan, manajemen meyakini kontribusi pendapatan dari bisnis non-batubara dipryeksikan meningkat secara signifikan.
Keyakinan itu didukung profil keuangan yang kuat dan terdiversifikasi, tercermin dari peringkat kredit idAA (Double A) dengan outlook “Stabil” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), serta di topang posisi kas yang solid maupun pipeline proyek yang terus berkembang.
Dalam surat kepada BEI yang ditandatangani dua Direktur DSSA, David Fernando Audy dan Alex Sutanto, manajemen perseroan menilai bahwa ekspansi bisnis digital menjadi bagian penting dari strategi jangka menengah emiten di bawah kendali PT Sinar Mas Tunggal ini.
Hal tersebut seiring dengan meningkatnya penetrasi internet, kebutuhan pusat data, dan percepatan transformasi digital lintas sektor di Indonesia. Melalui penguatan layanan digital, seperti broadband dan pusat data maupun investasi strategis di perusahaan teknologi dan start-up, DSSA berupaya memperluas basis pelanggan dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar.
Rencana penggabungan usaha PT Eka Mas Republik dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk dinilai akan menciptakan skala bisnis yang lebih besar, memperkuat ekosistem digital Perseroan, serta mendukung pertumbuhan pendapatan berulang yang lebih stabil ke depan.
Sebelumnya pada 18 Desember 2026, dalam surat resmi DSSA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), manajemen perseroan menegaskan bahwa MORA akan menjadi perusahaan yang menerima penggabungan dan akan melanjutkan seluruh kegiatan usaha setelah aksi merger dinyatakan efektif. Langkah diversifikasi ini juga menjadi respons DSSA terhadap tantangan fluktuasi harga dan volume penjualan batubara yang mempengaruhi kinerja pada periode sembilan bulan pertama di 2025. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
