
RollingStock.ID – Harga emas menguat lebih dari 2 persen pada awal pekan atau menembus level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, ketika investor global mencari aset safe-haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat. Lonjakan ini menegaskan kembali posisi emas sebagai barometer kecemasan pasar.
Berdasarkan laporan dilaporkan Reuters dari Bengaluru, Senin 23 Februari atau Selasa dini hari WIB, emas spot melesat 2 persen menjadi USD5.206,39 per ons pada pukul 01.33 WIB, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 30 Januari di awal sesi perdagangan.
Sebelumnya, logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di harga USD5.594,82 per ons pada 29 Januari. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak April 2026 ditutup melonjak 2,8 persen ke USD5.225,60 per ons. Reli harga emas kali ini dipicu eskalasi kekhawatiran terhadap arah kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump.
Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif sebelumnya, Trump justru menggulirkan rencana kenaikan tarif impor sementara dari 10 persen menjadi 15 persen, batas maksimum yang diizinkan undang-undang. Ketidakpastian ini memicu pergeseran dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian menyebutkan, kombinasi ketidakpastian ekonomi dan politik global sebagai pendorong utama reli emas. Dia menilai, tren penguatan masih berpotensi berlanjut dalam beberapa kuartal mendatang, bahkan membuka peluang terciptanya rekor harga baru apabila tekanan geopolitik dan ekonomi tidak mereda.
Sentimen pasar turut diperkeruh data ekonomi AS, seperti inflasi inti tercatat meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Desember 2025, sementara itu pertumbuhan ekonomi melambat tajam pada kuartal keempat. Kondisi ini berpotensi mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, skenario yang menambah ketidakpastian arah kebijakan moneter.
Saat ini pelaku pasar menantikan pernyataan sejumlah pejabat The Fed dalam pekan ini untuk membaca arah kebijakan berikutnya, di tengah dinamika hubungan AS dan Iran yang juga berpotensi mempengaruhi stabilitas global. Aktivitas perdagangan emas global pun relatif terbatas, karena China sebagai konsumen emas terbesar dunia masih libur Tahun Baru Imlek.
Untuk pasar logam mulia lainnya, harga perak spot melonjak 3,2 persen menjadi USD87,23 per ons, tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Platinum terkoreksi 0,7 persen ke level USD2.140,75 per ons, sementara itu palladium mengalami kenaikan tipis 0,1 persen menjadi USD1.750,53 per ons. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
