Founder IIE Rita Efendy: IHSG di Fase Koreksi, Support 7.854 dan 7.825 Krusial

bei4
Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Tim riset dari organisasi bidang edukasi dan investasi pasar modal, Indonesia Investment Education (IIE) menyebutkan, pada perdagangan Jumat (6/2) IHSG berakhir di level 7.935, usai bergerak dalam fase koreksi. Level 7.854 dan 7.825 menjadi zona penopang penting yang sedang diuji pasar.

Menurut Pendiri IIE, Rita Efendy, indikator momentum menunjukkan bahwa MACD dan Parabolic SAR berada pada kondisi negatif, sementara itu RSI di level 29,2 yang mencerminkan tekanan jual telah membawa indeks mendekati area jenuh jual (oversold). Laju stochastic yang sideways menunjukkan momentum penguatan belum terbentuk secara solid.

Dalam hasil riset yang diterbitkan Tim Analis IIE di Jakarta pada 7 Februari 2026, sejauh ini pergerakan IHSG masih berada di bawah EMA50 pada posisi 8.553 dan EMA100 di level 8.373. Kondisi ini menandakan tren jangka menengah tetap berada dalam fase pelemahan.

Rita menilai, rentang volatilitas tercermin pada Bollinger Band dengan batas bawah di level 7.783 dan batas atas pada posisi 9.533. Area ini menunjukkan ruang pergerakan IHSG masih terbuka dalam rentang yang lebar selama fase koreksi berlangsung.

Secara teknikal, jelas dia, level 7.854 dan Fibonacci retracement 61,8 persen di posisi 7.825 menjadi zona support yang kuat dan bisa berperan sebagai area penahan tekanan jual. “Selama IHSG mampu bertahan di level tersebut dan break last di 8.214, maka akan membuka potensi reli menuju 8.758,” ungkap Rita.

Pendiri komunitas investor ritel, Cuan Lovers Community (CLC) ini menyebutkan, risiko koreksi lanjutan tetap perlu diperhatikan, jika IHSG menembus level 7.712 yang merupakan last low. Breakdown di bawah level tersebut berpotensi mendorong pelemahan menuju 7.232, seiring dengan struktur teknikal yang masih berada di bawah tenkansen, kijunsen dan kumo.

Kondisi tersebut mencerminkan bahwa tren jangka pendek hingga menengah tertahan pada fase bearish. Rita menambahkan, level pivot mingguan berada di posisi 7.935 dengan resistance di level 8.281, 8.626 dan 8.911, sedangkan support di level 7.651, 7.366 dan 7.021.

Rita menegaskan, komentar maupun rekomendasi saham ini merupakan hasil riset IIE yang bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu, sehingga investor harus tetap berhati-hati terhadap setiap rekomendasi saham.

Dia mengingatkan, para investor juga patut melakukan riset secara mandiri terhadap masing-masing saham sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Adapun saat ini saham yang masuk dalam radar IIE dan bisa dicermati pelaku pasar dalam jangka pendek adalah BMRI, ANTM, INDY, ESSA, ADMR dan ADRO. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top