
RollingStock.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis, peningkatan jumlah saham beredar akibat kebijakan free float hingga 15 persen bisa terserap di market, mengingat rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa lebih dari Rp61 triliun.
“Kalau misalnya untuk yang free float untuk kenaikan (batas minimal 15 persen) itu, jangan pernah kita underestimate. Bisa lihat sekarang ini beberapa hari transaksi terakhir itu sudah mencapai Rp40 triliun dan kemarin Rp61 triliun,” Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1).
Dia mengungkapkan, potensi penyerapan saham tetap ada dan tinggi, pasca pemberlakukan ketentuan free float minimal sebesar 15 persen. “Kami melihat bahwasannya demand untuk ke 15 persen itu ada,” ucap Inarno.
Sekadar mengingatkan, saat ini kebijakan free float emiten di BEI minimal 7,5 persen jumlah saham beredar di publik. Hingga kini tidak kurang dari 47 emiten yang belum sanggup untuk memenuhi ketentuan free float 7,5 persen, sehingga perdagangan saham emiten tersebut terkena sanksi suspensi.
Lebih lanjut Inarno menegaskan, rencana menaikkan batas minimal free float 15 persen bukan permintaan MSCI, melainkan sudah menjadi rencana OJK sejak tahun lalu. “Tanpa dengan MSCI, memang itu adalah target kami. Pertama adalah untuk pendalaman pasar, sehingga liquidity akan meningkat,” ujarnya.
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
