Harga Emas Bakal Capai USD6.300 per Ons di Tengah Eskalasi Timur Tengah

emas
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Harga emas melambung lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Berdasarkan laporan Reuters dan Bloomberg dari Bengaluru, Senin (2/3), harga emas spot melonjak 1,73 persen menjadi USD5.370,00 per ons pada pukul 06.39 WIB, sedangkan emas berjangka AS melesat 2,26 persen ke level USD5.366,6 per ons. Penguatan ini terjadi setelah Israel kembali melancarkan serangan ke Teheran yang dibalas Iran dengan rentetan rudal, memperbesar risiko konflik kawasan dan tekanan terhadap stabilitas ekonomi global.

Analis independent, Ross Norman beranggapan, saat ini emas kembali berfungsi sebagai indikator utama ketidakpastian global. Menurut dia, dalam fase eskalasi geopolitik seperti saat ini, harga emas berpotensi melanjutkan reli dan mencetak rekor baru, bahkan mendekati proyeksi sejumlah lembaga keuangan global di kisaran USD6.100 per ons dalam beberapa tahun ke depan.

Sepanjang 2025, harga emas sudah melambung 64 persen, lantaran didorong pembelian agresif bank sentral, arus masuk dana ke exchange-traded funds (ETF), serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS. Bahkan, JP Morgan dan Bank of America memperkirakan bahwa harga emas dapat mendekati USD6.000 per ons, dengan potensi kenaikan hingga USD6.300 pada akhir 2026.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi AS. Data terbaru menunjukkan harga produsen pada Januari naik lebih tinggi dari perkiraan, memicu kekhawatiran tekanan inflasi lanjutan. Investor kini menunggu laporan tenaga kerja ADP, klaim pengangguran mingguan dan data non-farm payrolls untuk mengukur arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di tengah reli emas, harga perak menguat 1,21 persen menjadi USD94,95 per ons, setelah mencatat kenaikan bulanan pada Februari 2026, platinum meningkat tipis 0,31 persen ke USD2.372 per ons, sementara itu paladium menurun 0,35 persen menjadi USD1.779,80 per ons. Kondisi ini menegaskan bahwa dominasi emas sebagai aset lindung nilai (safe-haven) utama dalam situasi krisis global seperti saat ini. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top