
RollingStock.ID – Harga emas menembus level USD4.900 per ons, karena didukung meningkatnya ketegangan geopolitik global, pelemahan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Kenaikan harga juga terjadi pada logam mulia lain, seperti perak dan platinum mencatat rekor baru.
Berdasarkan laporan Reuters dari Bengaluru, Kamis (22/1) atau Jumat (23/1) dini hari WIB, harga emas spot meningkat ke level tertinggi USD4.917,65 per ons pada pukul 01.51 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari 2026 ditutup menguat 1,6 persen ke USD4.913,4 per ons. Penguatan harga emas terjadi seiring melemahnya Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,4 persen, yang meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lain.
Vice President Zaner Metals, Peter Grant mengatakan, ketegangan geopolitik, pelemahan dolar dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed menjadi faktor utama yang mempengaruhi permintaan emas, sejalan dengan tren de-dolarisasi global.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengamankan akses penuh dan permanen Amerika ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO. Kepala NATO menyebut negara-negara sekutu perlu meningkatkan komitmen keamanan di kawasan Arktik untuk menghadapi ancaman dari Rusia dan China. Pemerintah Denmark menegaskan, pihaknya tidak dapat menegosiasikan kedaulatan atas Greenland.
Pada data ekonomi, laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) terbaru menunjukkan belanja konsumen AS meningkat pada November dan Oktober 2026. Meski demikian, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali sebesar masing-masing 25 basis poin pada paruh kedua tahun ini, yang mendukung daya tarik emas sebagai aset safe-haven.
Grant menilai, pelemahan harga dalam jangka pendek berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang beli. Dia memproyeksikan, level USD5.000 per ons semakin dekat, dengan perkiraan lanjutan di level USD5.187,79 per ons.
Untuk pasar logam mulia lainnya, harga perak spot meningkat ke rekor USD96,58 per ons. Analis Tradu, Nikos Tzabouras mengatakan, perak tetap diuntungkan dari arus safe-haven dan pelemahan dolar, meskipun tidak berfungsi sebagai aset cadangan seperti emas. Adapun harga platinum spot melonjak 4,6 persen ke rekor USD2.601,03 per ons dan paladium menguat 3,3 persen menjadi USD1.900,59 per ons. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
