
RolingStock.ID – Pada perdagangan di sepanjang pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan menguat, setelah pada Jumat lalu berakhir di level 8.271 atau melemah tipis 0,03 persen, namun dalam sepekan setara dengan penurunan 0,72 persen.
Berdasarkan analisis yang dilakukan organisasi research and trading saham, WH Project, pada pekan ini (23-27 Februari 2026) IHSG akan menghadapi level resistance di posisi 8.400, yang sebelumnya sempat digapai saat terjadi technical rebound pada 30 Januari 2026.
“Kami memproyeksikan, pada pekan ini IHSG berpotensi untuk bergerak mixed dalam range 8.120-8.400,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam analisis Weekly Market Outlook yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (23/2).
Dia mengatakan, IHSG belum akan mengalami reversal, selama posisinya masih berada di bawah level 8.400. Secara teknikal, menurut William, selama sepekan terakhir tidak terbentuk pola pergerakan pada IHSG.
Lebih lanjut William mengatakan, IHSG menuju berakhirnya pola downtrend, namun masih diadang resistance pada level 8.400. “IHSG masih tertolong dominasi saham-saham konglomerat, namun penguatannya masih terbatas,” ucapnya.
William menyarankan agar pelaku pasar melakukan profit taking, apabila memang tidak terjadi penguatan lanjutan di pekan ini pada sejumlah saham konglomerat. Adapun rekomendasi untuk perdagangan di pekan ini adalah “Buy” pada ANTM, ADMR, UNTR dan KRAS. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
