
RollingStock.ID – Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal melanjutkan tren kenaikan, setelah kemarin ditutup menguat 1,27 persen ke posisi 8.859 yang sekaligus merupakan level tertinggi sepanjang masa (ATH).
Berdasarkan analisis yang dilakukan organisasi riset dan trading saham, WH Project, pergerakan IHSG di awal pekan ini terlihat tanpa beban dalam membentuk all-time high, meski sempat menyentuh zona merah di awal sesi pada level 8.732.
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak menguat dalam 8.778-8.900,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam riset harian untuk perdagangan Selasa (6/1).
Secara historis, jelas William, IHSG akan mengalami pergerakan variatif setelah berhasil mencapai level ATH, maka pola ini diperkirakan terjadi pada pekan ini. “Terus-menerus membentuk all time high baru, IHSG tidak lagi memiliki resistance,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, pola bullish IHSG sudah terkonfirmasi pada perdagangan di akhir pekan lalu. Untuk perdagangan hari ini, kata William, WH Project merekomendasikan kepada para trader agar mengakumulasi pembelian pada saham BUVA, TINS dan SMDR.
Perkiraan senada disampaikan Tim Riset PT BRI Danareksa Sekuritas yang menyebutkan bahwa hari ini IHSG akan meneruskan pola kenaikan. “Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan area resistance 8.864-8.913 dan support 8.765-8.785,” tulis tim riset.
Lebih lanjut Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, para pelaku pasar akan mencermati eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela, dengan sektor emas dan pelayaran akan menjadi fokus pergerakan IHSG secara jangka pendek.
Penguatan IHSG di perdagangan kemarin masih didukung sentimen domestik yang solid, terutama surplus neraca perdagangan selama 67 bulan beruntun dan inflasi Desember 2025 sebesar 2,92% yang tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia.
Untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan kepada para trader agar mengoleksi saham IMPC, BBYB dan MDKA. (*)
Penulis: Kafka D Varyn
Editor: Milva Sary
