
RollingStock – Posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan (20/2) berada di level 8.271, sedangkan memasuki periode perdagangan 23-28 Februari 2026 memiliki konfigurasi teknikal yang menunjukkan fase penentuan arah.
Berdasarkan analisis tim riset dari organisasi bidang edukasi dan investasi pasar modal, Indonesia Investment Education (IIE), secara harian indikator momentum memperlihatkan MACD berada pada area positif, stochastic bergerak menanjak dan parameter support and resistance (Par S&R) terkonfirmasi positif.
Sementara itu, menurut Pendiri IIE, Rita Efendy, indikator RSI terpantau berada di level 44,5. Pada sisi lain, lanjut dia, posisi harga masih berada di bawah EMA50 pada level 8.465 dan EMA100 di posisi 8.351, dengan rentang Bollinger Band pada batas atas 9.014 dan batas bawah di level 7.665.
Untuk perdagangan di pekan depan, level 8.214 menjadi posisi kunci yang merepresentasikan titik B dalam struktur pola harmonik butterfly. “Apabila (pekan depan) bertahan di level tersebut, potensi reli lanjutan akan menuju PRZ (Potential Reversal Zone) butterfly pattern di 8.605 hingga 8.866,” ujar Rita.
Edukator pasar modal yang sekaligus pendiri komunitas investor ritel, Cuan Lovers Community (CLC) ini menyebutkan bahwa area tersebut menjadi target teknikal terdekat dalam skenario penguatan, dengan tahapan menguji resistance mingguan pada Resistance 1 di level 8.361, R2 pada posisi 8.451 dan R3 di level 8.525.
Sebaliknya, jelas Rita, pada skenario bearish selama sepekan, IHSG sebelumnya mengalami rebound meski tertahan di area resistance Fibonacci retracement 50 persen pada level 8.285 yang berdekatan dengan garis Kijun-sen. “Jika gagal break di level tersebut, maka akan membuka potensi koreksi menuju support 7.860,” ungkapnya.
Level 7.860 tentunya menjadi referensi teknikal utama dalam menjaga struktur harga jangka pendek agar tidak mengalami pelebaran koreksi. Secara keseluruhan, rentang 8.214-8.285 menjadi zona krusial dalam menentukan arah IHSG di periode 23–28 Februari 2026.
Pada pekan depan, IHSG memiliki resistance bertahap di rentang 8.361–8.525 dan support mingguan di level 8.197, 8.123 dan 8.033 sebagai area pengujian lanjutan dalam dinamika perdagangan sepekan.
Dia mengingatkan, para investor maupun trader patut melakukan riset secara mandiri terhadap masing-masing saham sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Adapun saat ini saham yang menajdi pilihan Tim Riset IIE adalah RATU, BIPI, NOBU, KRAS, ADMR dan BUMI. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
