
RollingStock.ID – Analisis yang dilakukan organisasi bidang edukasi dan investasi pasar modal, Indonesia Investment Education (IIE) menyebutkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali menguat dan memasuki fase penguatan dan sudah terkonfirmasi secara teknikal pada pertengahan Januari 2026.
Seperti dikatahui, pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke posisi 9.075 dan sekaligus merupakan level penutupan tertinggi sepanjang masa (ATH) dengan rekor intraday 9.100 yang terjadi di perdagangan sesi pertama.
Menurut Founder IIE, Rita Efendy yang dikenal sebagai praktisi pasar modal dan edukator investasi menyampaikan, sejauh ini IHSG telah berhasil menembus level resistance penting di posisi 9.003 dan melanjutkan pergerakan menanjak hingga merangsek ke level 9.075.
“IHSG membentuk higher high dan ada potensi reli lanjutan menuju target V-Bottom patern di level 9.300. Saat ini IHSG sudah berada di atas Tenkan-sen, Kijun-sen dan Kumo,” kata Rita dalam riset IIE yang diedarkan kepada publik pada 17 Januari 2026.
Dia menyampaikan, pergerakan IHSG sudah terlihat sangat terstruktur, dengan harga indeks yang saat ini berada di atas seluruh garis rata-rata pergerakan utama, termasuk EMA50, EMA100, MA150 dan MA200. Adapun MA150 berada di atas MA200, bahkan MA200 masih bergerak menanjak atau menandakan tren jangka menengah hingga panjang tetap positif.
Pada saat yang sama, lanjut Rita, IHSG juga sudah berada di atas Tenkan-sen, Kijun-sen dan Kumo pada indikator Ichimoku. Artinya, kondisi pada skenario bullish ini menunjukkan bahwa arah pasar masih berada dalam dominasi tren menanjak.
Secara momentum, kata dia, penguatan IHSG didukung indikator yang solid, seperti MACD berada di area positif, RSI di area 73,7 yang mencerminkan kekuatan beli dan stochastic bergerak ke atas mengikuti arah harga. Posisi IHSG juga berada mendekati upper band Bollinger di 9.107, sedangkan lower band di 8.452 atau menggambarkan volatilitas yang tetap terjaga dalam koridor tren bullish.
Pada level teknikal, menurut Rita, tabel pivot secara mingguan menunjukkan level resistance terdekat di 9.212, kemudian 9.350 dan 9.598. Sementara itu, support berada di 8.826, 8.578 dan 8.440. Lantaran telah berhasil menembus 9.003, maka proyeksi kelanjutan reli menuju 9.300 yang merupakan target dari pola V-Bottom yang terbentuk pada pergerakan sebelumnya.
Rita menegaskan, rekomendasi dan komentar saham merupakan hasil riset IIE yang bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu, sehingga investor harus tetap berhati-hati terhadap setiap rekomendasi saham. Investor dianjurkan untuk melakukan riset mandiri terhadap masing-masing saham sebelum mengambil keputusan investasi. Adapun saat ini saham pilihan IIE adalah DKFT, BUVA, VICI, PTRO, RAJA dan MEDC. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
